<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5047820957059664621</id><updated>2011-07-30T19:13:22.965-07:00</updated><category term='JAJANAN'/><category term='KEWARGANEGARAAN'/><category term='organisasi'/><title type='text'>tentang_indah</title><subtitle type='html'>blog campuran...
yang penting isinya berbobot.........</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>indah_doanx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17535488946659897432</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_oQNeKLVYFuk/S8AFNIVeoXI/AAAAAAAAAD4/bhJlrGfm5-s/S220/Gone+Fishing.bmp'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5047820957059664621.post-2744451254011426457</id><published>2010-09-29T00:20:00.001-07:00</published><updated>2010-09-29T01:19:01.836-07:00</updated><title type='text'>makana dari sebuah"sang pencerah"</title><content type='html'>sabtu,24 september kemaren warga muhammadiyah kab sragen nonton film SANG PENCAERAH bareng cagub dan cawagub kab sragen di grand21 grandmall solo. dan itu baru kali pertama para pengurus muhammadiyah ngadain kaya' gini(ya filmnya juga baru ini kok ya???).yapz!film sejarah berdirinya sebuah organisasi islam yang sekarang usianyapun sudah mencapai angka 100 tahun. organisasi islam yang memberikan paradigma baru tentang pembenaran ajaran islam kala itu yang masih kental dengan kesyirikan bagi umat muslim di indonesia khususnya dan bahkan sekarang sudah berkembang sampai internasional.subhanallah.......... &lt;br /&gt;dalam durasi yang tak singkat namun juga tidak terlalu panjang,banyak sekali makna yang terkandung didalam film tersebut yang perlu dijadikan pelajaran penting dan dilaksanakan sebagai umat islam.pelajaran tentang komitmenisasi,keikhlasan,kesabaran dan pantang menyerah terutama dalam beramar ma'ruf wa nahi munkar.yang emang seyogyanya ada pada diri seorang musliam.&lt;br /&gt;"mohammad Darwis",di usianya yang masih 15 tahun,beliau beranjak ke jazirah arab untuk memperdalam pengetahuan tentang keislaman untuk dirinya serta diajarkan kepada masyarakat disekitarnya.selama lima tahun mengembara,berdiskusi bersama pembaharu islam yang kala itu jamaludin al afgani,ibnu taimiyyah dan muhammad abduh.dan akhirnya belai kembali dengan bekal yang cukup untuk berdakwah diwilayahnya.namun begitulah kebaikan,sejak dahulu sampai sekarang memang sulit diterima justu banyak yang menolak dan mengecam.hem....hal ini yang dulu juga pernah saya lakukan.sudah berani nge-judge sesuatu yang padahal saya belum memahaminya,jangankan paham,kenalpun belum tapi saya sudah berani menyimpulkan ini-itu yang emang itulah buah dari su'udzon.beliau muh.Darwis,berusaha memberikan pemurnian peradaban islam dikalangan masyarakatnya pwnuh dengan onak dan pantangan.dari yang ditentang kakak iparnya,pengulu masjid besar dan masyarakat sekitar,langgarnya dirobohkan dan bahkan dikatakan sebagai "ustadz kafir" hanya karena beliau ingin meleurskan budaya islam yang kaffah dan membawa kepada ketauhidan.&lt;br /&gt;namun Allah tahu segala yang benar dan yang tidak,begitu juga dengan myh.Darwis yang berjuang dalam islam di era itu,akhirnya 8 dzulhijah 1912,organisasi MUHAMMADIYAH terbentuk dan sekarang,jumlah anggotanyapun cukup luar biasa.subhanallah,itulah Allah yang maha segalanya.ternyata benar-benar tidak ada keraguan setetespun didalam kalamNya."barang siapa yang menolong agamaKu,niscaya Aku akan menolongnya dan memuliakan hidupnya"dan sang pencerahpun akhirnya berhasil menyinari seluruh bumi bi Allah wa to'ati rasulullah....&lt;br /&gt;namun apa yang akan kita lakukan selanjutnya???tak munafik dan tidak diingkari bahwasanya jumlah umat islam didunia terkhusus di indonesia ni udah buanyak banget,tapi apakah semuanya sudah berislam secara baik???(ternyata semakin melemah)mungkin dilematis umat islam zaman dahulu adlah budaya yang masih tercampur dengan budaya hindu budha,tapi sekarang umat islam lebih terpengaruh budaya westernisasi yang padahal banyak yang tidak bisa menyadari bahwasanya itulah ghozwillfikr.f4(food,fashion,friends,film)inilah yang sering dijadikan media untuk mempermudahnya.kembali ke film sang pencerah,ada satu petuah dari muh darwis kepada ketiga muridnya,"agama islam itu bagaikan musik,ketika kita memainkan alat musik dengan sudah memahami ilmunya,pasti bunyinya akan terasa indan dan enak didengar,namun ketika memainkannya tidak dengan ilmu,maka suaranya tidak karuan dan tidak enak didengar.dan begitupula dalam mengaplikasikan ajaran islam"hemz.....sungguh indah.namun apakah kita cuma bereaksi aja?tanpa dilanjutkan beraksi???mungkin dulu dalam berdakwah,umat islam menyesuaikan budaya islam saat itu,yang kental dengan sesaji dan jopa-japu.sehingga agar islam diterima akhirnya pembawa islam diindonesia tetap mengikuti itu cuma sesajen diganti dengan makanan dan jopa-japu diganti dengan bacaan2 dzikir,lha kalo umat sekarang apa masih perlu kita perlakukan seperti itu?tidakkan??lha terus bagaimana???&lt;br /&gt;ya mungkin westernisasi sekarng yang uda merajalela(padahal lela ja bukan raja):-),ya harus kita akali juga dengan sama-sama menyandingkan islam dibidang yang sama.semisal,myusik,tontonan dan fashion,kalo mereka sering mengikuti orang yahudi,knpa kita tidak sama-sama mempengaruhi mereka dengan cara memasukkan budaya islam didalam bidang2 tersebut??buat nyanyian islami yang asyik,tontonan yang memberikan ilmu bermanffat serta mengajarkan untuk tidaj bermaksiat dan juga merancang baju-baju muslim yang tetep syar'i dan mampu dipersaingkan???(ehm..ehm,merenung...merenung...)&lt;br /&gt;yapz,mari kita bangkit,perbaiki islam jayalah masa depan dan ikrarkan kepada mereka dengan serentak"isyhadu bi an MUSLIM"&lt;br /&gt;semoga jadi bahan rujukan untuk direalisasikan bagi saya dan umat islam semuanya.ok???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5047820957059664621-2744451254011426457?l=bloggerq-tentangindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/feeds/2744451254011426457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2010/09/makana-dari-sebuahsang-pencerah_29.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/2744451254011426457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/2744451254011426457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2010/09/makana-dari-sebuahsang-pencerah_29.html' title='makana dari sebuah&quot;sang pencerah&quot;'/><author><name>indah_doanx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17535488946659897432</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_oQNeKLVYFuk/S8AFNIVeoXI/AAAAAAAAAD4/bhJlrGfm5-s/S220/Gone+Fishing.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5047820957059664621.post-814833176646378343</id><published>2010-04-09T20:44:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T21:46:29.321-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JAJANAN'/><title type='text'>PROPOSAL PEMBUATAN JAMUR TIRAM KRISPI</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Budidaya jamur tiram putih yang bernama latin Pleurotus ostreatus ini masih tergolong baru. Di Indonesia budidaya jamur tiram mulai dirintis dan diperkenalkan kepada para petani terutama di Cisarua, Lembang, Jawa Barat pada tahun 1988, dan pada waktu itu petani dan pengusaha jamur tiram masih sangat sedikit.  Sekitar tahun 1995, para petani di kawasan Cisarua, yang semula merupakan petani bunga, peternak ayam dan sapi mulai beralih menjadi petani jamur tiram meski masih dalam skala rumah tangga. Dalam perkembangannya, beberapa  industri berskala rumah tangga bergabung hingga terbentuk CV dan memiliki badan hukum.&lt;br /&gt;Berangkat dari niat untuk mendalami dunia usaha yang terbuka lebar serta keinginan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maka dengan segenap pengalaman, pengetahuan, dan berbagai hasil survey serta konsultasi, penulis menyusun proposal pengembangan usaha jajanan berupa jamur tiram krisi ini. Pengembangan usaha ini dipilih atas beberapa pertimbangan diantaranya daya serap pasar yang masih sangat tinggi dan potensial, kebutuhan skill yang tidak begitu tinggi, biaya investasi yang relatif rendah serta telah tersedianya sarana dan prasarana utama sehingga investasi yang masuk akan dialokasikan untuk dana operasional usaha.&lt;br /&gt;B. Manfaat Produk&lt;br /&gt;Pada umumnya orang-orang mengkonsumsi jamur bukan hanya lantaran rasanya yang memang lezat, tetapi juga karena ada alasan lain, yakni manfaat dan khasiat yang terkandung di dalamnya. Dan faktor khasiat dan manfaat inilah yang menjadi prioritas konsumen jamur.&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian, jamur yang biasa kita makan rata-rata mengandung 14-35 persen protein. Dibandingkan dengan beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), jamur berkadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur ada sembilan jenis dari total 20 jenis yang kita kenal yaitu lysin, methionin, tryphtofan, theonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan fenilalanin.&lt;br /&gt;Sedangkan kalori yang dikandung jamur adalah 100kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh. Jamur juga kaya akan vitamin, di antaranya B1 (thiamin), B2 (riboflavin), niasin, dan biotin. Untuk mineral, jamur mengandung K, P, Fe, Ca, Na, Mg, Mn, Zn, dan Cu. Serat jamur sangat baik untuk pencernaan. Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet. Menurut hasil riset di Massachusetts University, AS, riboflavin, asam nicotinat, panthotenat, dan biotin (Vit B) yang ada pada jamur masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. “Pleurotus ostreatus” Senada dengan penelitian tersebut, secara spesifik, Beta Glucan Health Center mengatakan bahwa jamur tiram yang bernama latin Pleurotus ostreatus atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai oyster mushroom mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat &lt;br /&gt;sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan. Jamur tiram, di Jepang dikenal dengan sebutan hiratake, mengandung protein 19-30 persen, karbohidrat 50-60 persen, asam amino, vitamin B1, B2, B3, B5, B7, C, mineral Ca, Fe, Mg, K, P, S, dan Zn. Menurut penelitian, kandungan logam yang ada pada jamur tiram masih jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan Fruit Product Order and Prevention of Food Adulteration Act tahun 1954, sehingga aman untuk dikonsumsi. Dari penelitian yang dilakukan Ujagar Group (India) juga dikatakan bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus, di mana 100% sayuran mengandung protein tinggi, kaya vitamin, mineral, rendah karbohidrat, lemak, dan kalori. Selain itu, bagus untuk liver, pasien diabetes, menurunkan berat badan, seratnya membantu pencernaan, antiviral (antivirus), dan antikanker. Nilai tambah lainnya, jamur tiram mudah dimasak dan dicerna dengan rasa yang enak pula&lt;br /&gt; Dari penelitian lain yang dilakukan Departemen Sains Kementerian Industri Thailand, didapat hasil tentang jamur tiram yang mengandung protein 5,94 persen, karbohidrat 50,59%, serat 1,56 persen, lemak 0,17 persen. Untuk tiap 100 gram jamur tiram segar mengandung 45,65 kj kalori; 8,9mg kalsium; 1,9 mg besi; 17,0 mg fosfor; 0,15 mg vitamin B1; 0,75mg Vit B2; dan 12,40 mg Vitamin C Selain itu, jamur tiram juga mengandung asam folat yang cukup tinggi dan terbukti ampuh menyembuhkan anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;ANALISIS PEMASARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Segmentasi Pasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kripik jamur tiram atau jamur tiram krispy ini dapat dikonsumsi oleh semua usia,baik anak-anak,remaja dan orang tua. Bahkan sangat dianjurkan bagi mereka yang mempunyai penyakit anemia dan kelebihan kolesterol. Terkecuali bagi penderita Hipertensi tinkat tinggi dan strock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pemasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemasara produk makanan cemilan ini sangat mudah dan dapat dipasarkan dimanapun. Dapat di titipkan diwarung-warung,di kantin dan koperasi sekolah,serta dijual di pasar.&lt;br /&gt;Selain cara pemasaran yang mudah,makanan cemilan ini juga padat menjangkau daerah pemasaran yang luas,di Jawa Tengah saja sudah tersebar. Akan tetapi,dari produk yang saya buat ini baru mencakup wilayah Kabupaten Sragen,tepatnya di Kecamatan Masaran dan sekolah saya sendiri SMK Muhammadiyah 4 Sragen.&lt;br /&gt;Jamur tiram selain di buat kripik,sebenarnya masih dapat dikembangkan lagi menjadi Produk lain. Seperti Baso jamur,Nuget,Krupuk jamur,saus jamur dan lauk makan dengan mengolahnya menjadi rica-rica atau pepes jamur. Dari sini saya ingin mencoba usaha jamur tiram krispi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;ANALISIS KEUANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghitungan Keuntungan:&lt;br /&gt;- Dalam 1 Kali Proses Produksi:&lt;br /&gt;Jumlah produk yang dihasilkan =  60 Bungkus&lt;br /&gt;Harga produk per bungkus  =Rp  1500 x&lt;br /&gt;    Rp 90.000,00&lt;br /&gt;Keuntungan = harga jual seluruh produk – (BT+BV+BTK)&lt;br /&gt; = Rp 90.000,00 – (Rp 2.043,3 + Rp 40.600 + Rp 10.000)&lt;br /&gt; = Rp 90.000,00 – Rp 52.643,3&lt;br /&gt; = Rp 37.356,7&lt;br /&gt;- Dalam 1 Bungkus:&lt;br /&gt;Keuntungan = keuntungan dalam 1 kali proses produksi &lt;br /&gt;  Jumlah Barang&lt;br /&gt; = 37.356,7&lt;br /&gt;  60&lt;br /&gt; = Rp 623,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian proposal pengembangan usaha jamur tiram ini saya susun. Dari hasil analisis saya mengenai peluang pemasaran, operasional, dan keuangan, saya optimis bahwa usaha memproduksi makanan cemilan berupa jamur tiram krispi ini layak dan berpotensi tinggi untuk dikembangkan.&lt;br /&gt;Selain itu dilihat dari segi manfaat dan jenis makanan saya juga sangat yakin cara mengembangkannya sangat mudah. Sekian dan selamat mencoba produk buatan saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5047820957059664621-814833176646378343?l=bloggerq-tentangindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/feeds/814833176646378343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2010/04/bab-i-pendahuluan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/814833176646378343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/814833176646378343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2010/04/bab-i-pendahuluan.html' title='PROPOSAL PEMBUATAN JAMUR TIRAM KRISPI'/><author><name>indah_doanx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17535488946659897432</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_oQNeKLVYFuk/S8AFNIVeoXI/AAAAAAAAAD4/bhJlrGfm5-s/S220/Gone+Fishing.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5047820957059664621.post-6991623402802485266</id><published>2010-03-18T00:01:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T00:13:11.698-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEWARGANEGARAAN'/><title type='text'>GLOBALISASI</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="color: rgb(255, 153, 0);" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="color: rgb(255, 153, 0);" rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 3.0in right 6.0in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.1pt 1008.15pt; 	margin:1.0in 85.05pt 85.05pt 89.85pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-page-numbers:roman-lower; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1027"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 150%;" lang="FI"&gt;MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 150%;" lang="FI"&gt;DAMPAK GLOBALISASI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 150%;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 150%;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;" wrapcoords="10414 0 7136 1781 3664 4454 -193 8239 -193 8462 964 10689 964 11357 1543 14252 4050 21377 17936 21377 20443 14252 21600 8685 21600 8239 20443 6680 17164 3340 11571 0 10414 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.wmz" title="smk4m"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;LOGO&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 150%;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;KELOMPOK:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                                       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                                       &lt;/span&gt;ASTIKA DAMAYANTI&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;(05)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                                       &lt;/span&gt;ENIK WIDYAWATI&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;(17)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                                       &lt;/span&gt;HATIK SETYANINSIH&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;(19)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;INDAH WAYUNINGSIH&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;(21)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                       &lt;/span&gt;SUNDARI&lt;span style=""&gt;                                        &lt;/span&gt;(33)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;SMK MUHAMMADIYAH 4 SRAGEN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;TAHUN 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HALAMAN JUDUL……………………………………………………….&lt;span style=""&gt;............. &lt;/span&gt;i&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;DAFTAR ISI……………………………………………………………….&lt;span style=""&gt;............. &lt;/span&gt;ii&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;PENGESAHAN&lt;span style=""&gt;......................................................................................................... &lt;/span&gt;iii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR……………………………………………………………….iv&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………………….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;I. A. LATAR BELAKANG ……………………………………………&lt;span style=""&gt;................... &lt;/span&gt;1&lt;br /&gt;I. B. TUJUAN PENULISAN………………………………………….&lt;span style=""&gt;..................... &lt;/span&gt;1&lt;br /&gt;I. C. MANFAAT PENULISAN……………………………………….&lt;span style=""&gt;.................... &lt;/span&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II. ISI………………………………………………………………………….&lt;br /&gt;II A. APA ITU GLOBALISASI………………………………………...&lt;span style=""&gt;................... &lt;/span&gt;2&lt;br /&gt;II B. DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PERCATURAN POLITIK DI INDONESIA………………………………………………………….&lt;span style=""&gt;..................... &lt;/span&gt;2&lt;br /&gt;II C. LANGKAH LANGKAH YANG PERLU DIAMBIL INDONESIA DALAM MENGHADAPI DAMPAK GLOBALISASI ……………………….&lt;span style=""&gt;.................................................................... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III. KESIMPULAN…………………………………………………..&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;span style=""&gt;.................................................................................................................. &lt;/span&gt;5&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;span style=""&gt;................................................................................................. &lt;/span&gt;5&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;LAMPIRAN&lt;span style=""&gt;............................................................................................................... &lt;/span&gt;5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;PENGESAHAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Makalah ini telah selesai dibuat dengan baik dan telah disetujui oleh guru Pelajaran Kewarganegaraan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Pada hari&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Tanggal&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Sragen,…………………………&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Guru Mata Pelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Nunung Nurlia,S.Pd)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;KATA PENGANTAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Puji dan syukur alhamdulillah Penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberi kekuatan dan kemudahan dalam menyelesaikan makalah ini. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas pelajaran penidikan kewarganegaraan, namun demikian semoga makalah ini tidak hanya bermanfaat bagi penulis namun juga bisa bermanfaat dan menambah wawasan bagi semua pihak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penulis menyadari bahwa makalah ini banyak mengalami kekurangan, karena itu penulis berharap masukan dari pembaca agar makalah ini menjadi lebih sempurna. Dalam kesempatan ini penulis ingin menguncapkan terima kasih kepada Ibu Nunung selaku guru pelajaran kewarganegaraan SMK MUHAMMADIYAH 4 SRAGEN yang telah memberi kesempatan untuk belajar membuat makalah pembuatan makalah ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru,staf dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teman - teman di SMK MUHAMMADIYAH 4 SRAGEN.yang cukup memberi kemudahan dalam belajar serta memberikan kehangatan dalam persaudaraan&lt;br /&gt;Secara khusus. &lt;/span&gt;Semoga Allah membalas kebaikan semuanya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;amin……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sragen,16 Mart 2010&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	font-size:16.0pt; 	font-family:Arial; 	mso-font-kerning:16.0pt; 	font-weight:bold;} h4 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:4; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} p.MsoHeader, li.MsoHeader, div.MsoHeader 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 3.0in right 6.0in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 3.0in right 6.0in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.1pt 1008.15pt; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:135031747; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:719193364 1052038684 67698713 -1819485926 278398548 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-start-at:2; 	mso-level-tab-stop:52.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:52.5pt; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:88.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:88.5pt; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level3 	{mso-level-start-at:3; 	mso-level-text:%3; 	mso-level-tab-stop:133.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:133.5pt; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level4 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:160.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:160.5pt; 	text-indent:-.25in;} @list l1 	{mso-list-id:529148777; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:640551888 67698699 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Wingdings;} @list l2 	{mso-list-id:846872088; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-446290632 1682485190 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-tab-stop:33.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:33.0pt; 	text-indent:-24.0pt;} @list l3 	{mso-list-id:861481776; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-758892100 67698709 1424629302 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l3:level2 	{mso-level-tab-stop:73.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:73.5pt; 	text-indent:-19.5pt;} @list l4 	{mso-list-id:1046762707; 	mso-list-template-ids:-1258122350;} @list l4:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1029"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;Latar Belakang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Identitas sebuah bangsa atau komunitas tentu saja sangat penting. Berbagai kepentingan manusia sesungguhnya bertitik tolak dari hal ini. Akibatnya, mempertahankan dan menjaga identitas menjadi sebuah misi penting setiap bangsa atau komunitas. Mengapa negara-negara Uni Eropa menolak Turki untuk bergabung bersama mereka? Karena perbedaan identitas antara mereka dengan Turki. Eropa dengan sangat jelas menegaskan bahwa mereka tidak menghendakinya ada satupun negara muslim (baca: Turki) dalam persatuan Uni Eropa.&lt;a name="_ftnref13"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://abulmiqdad.multiply.com/journal/compose#_ftn13" title=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt; Dengan demikian, sebenarnya kekhawatiran akan terjadinya krisis identitas telah menjadi milik semua bangsa di dunia; suatu hal yang kemudian mendorong beberapa bangsa itu justru melakukan “agresi identitas” terhadap bangsa lain. Dan itu dilakukan dengan menunggangi globalisasi sebagai alat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pemanfaatan globalisasi tentu saja didasarkan pada pandangan objektif bahwa fenomena ini tidak sepenuhnya mengandung nilai-nilai negatif. Fenomena ini sebenarnya menyimpan sebuah kekuatan yang sangat dahsyat, yang dampak-dampaknya sepenuhnya bergantung pada “siapa dan bagaimana” ia dimanfaatkan. Senjata paling mematikan yang dimiliki oleh globalisasi adalah media informasi dan sarana telekomunikasi dengan segala variannya yang berkembang setiap hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maka dari itu emahaman dari pengertian globalisasi yang sebenarnya sangatlah diperlukan bai semua kalangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;Rumusan Masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Apa itu globalisasi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Baaimana dampak dari Globalisasi tersebut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Langkah-langkah yang perlu diambil dalam menghadapi globalisasi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 34.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Penulisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 73.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Menetahui hakikat dan makna globalisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 73.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Mengetahui dampak globalisasi di ranah politik,ekonomi,social dan budaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 73.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Memenuhi tugas Pelajaran Kewarganegaraan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;BAB II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;ISI DAN PEMBAHASAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 33pt; text-align: justify; text-indent: -24pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Apa itu globalisasi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Definisi terhadap globalisasi, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pertama, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;adalah yang menitikberatkan fenomena globalisasi pada bidang ekonomi. DR. Sa’ad al-Bazi’i misalnya menyebutkan:Globalisasi adalah upaya untuk melakukan persaingan yang tidak berimbang –bahkan boleh jadi tidak terhormat- dari satu sisi, dan dari sisi lain ia adalah upaya untuk melemahkan apapun yang menghalangi jalannya; baik itu berupa nilai ataupun upaya ekonomi dan pemikiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kedua, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;John Hick, atau teologi dunia (&lt;i&gt;world theology) &lt;/i&gt;oleh W.C. Smith.DR. Muhammad ‘Abid al-Jabiry mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt; Globalisasi berarti menafikan yang lain dan menjalankan ‘proses pemberangusan’ pemikiran (lain)...Ia juga berarti dominasi dan pengharusan menerapkan satu model konsumsi dan perilaku yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; DR. Shabri ‘Abdullah:&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Bahwa globalisasi adalah fenomena dimana segala hal yang berhubungan dengan ekonomi, pemikiran, sosial dan perilaku bercampur serta berkelindan menjadi satu, hingga kemudian (hasil percampuran itu –pent) diafiliasikan kepada seluruh dunia melampaui batas-batas politis negara-negara.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Dan masih banyak lagi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Globalisasi adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi" title="Interaksi"&gt;interaksi&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; yang lain sehingga batas-batas suatu &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara" title="Negara"&gt;negara&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; menjadi semakin sempit.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 33pt; text-align: justify; text-indent: -24pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Bagaimana dampak dari Globalisasi tersebut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4 style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in;"&gt;Dampak Positif:&lt;/h4&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Adanya &lt;/span&gt;&lt;a href="http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/05/pengertian-modernisasi.html"&gt;modernisasi&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/05/pengertian-globalisasi.html" target="_blank"&gt;globalisasi&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 63pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dengan berkembangnya ilmu &lt;a href="http://dahlanforum.wordpress.com/tag/pengetahuan/" target="_blank"&gt;pengetahuan&lt;/a&gt; dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 63pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf &lt;/span&gt;&lt;a href="http://persewaanalat.blogspot.com/"&gt;hidup&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4 style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in;"&gt;Dampak Negatif&lt;/h4&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in;"&gt;Dampak negatif &lt;a href="http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/05/pengertian-modernisasi.html"&gt;modernisasi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/05/pengertian-globalisasi.html" target="_blank"&gt;globalisasi&lt;/a&gt; adalah sebagai berikut.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in;"&gt;a. Pola Hidup Konsumtif&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 63pt; text-align: justify;"&gt;Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b. Sikap Individualistik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 63pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://dahlanforum.wordpress.com/2009/03/28/orang-mukmin-adalah-cermin-bagi-orang-mukmin-lainnya/" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;" lang="SV"&gt;orang lai&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;n dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c. Gaya Hidup Kebarat-baratan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 63pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;a href="http://dahlanforum.wordpress.com/2009/01/13/sistim-sosial-dan-budaya/" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;" lang="SV"&gt;Budaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; negatif yang mulai menggeser &lt;/span&gt;&lt;a href="http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/02/etnografi-kebudayaan-suku-bugis.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;" lang="SV"&gt;budaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;span lang="SV"&gt;asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://bukudi.blogspot.com/search/label/Novel%20Remaja" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;" lang="SV"&gt;remaja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;, dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in;"&gt;d. Kesenjangan Sosial&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 63pt; text-align: justify;"&gt;Apabila dalam suatu komunitas &lt;a href="http://dahlanforum.wordpress.com/2009/02/22/etika-pergaulan-dalam-masyarakat/"&gt;masyarakat&lt;/a&gt; hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus &lt;a href="http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/05/pengertian-modernisasi.html"&gt;modernisasi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/05/pengertian-globalisasi.html" target="_blank"&gt;globalisasi&lt;/a&gt; maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan &lt;a href="http://dahlanforum.wordpress.com/2009/05/03/penyakit-sosial/" target="_blank"&gt;sosial&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Langkah-langkah yang perlu diambil dalam menghadapi globalisasi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;BAB III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;PENUTUP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;KESIMPULAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Terdapat berbagai macam makna demokrasi,namun intinya yaitu Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh Dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Globalisasi tidak dapat dihindari dan ditolak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Globalisasi mencakup semua aspek kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Pendidikan yang memadai sangat dibutuhkan dalam menghadapi era globalisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;PENUTUP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pemanfaatan globalisasi tentu saja didasarkan pada pandangan objektif bahwa fenomena ini tidak sepenuhnya mengandung nilai-nilai negatif. Fenomena ini sebenarnya menyimpan sebuah kekuatan yang sangat dahsyat, yang dampak-dampaknya sepenuhnya bergantung pada “siapa dan bagaimana” ia dimanfaatkan. Senjata paling mematikan yang dimiliki oleh globalisasi adalah media informasi dan sarana telekomunikasi dengan segala variannya yang berkembang setiap hari. Dan seperti yang telah disinggung sebelumnya, hari ini kita menantikan kolaborasi cantik antara ulama, pemikir, ilmuwan ahli, budayawan, dan pelaku-pelaku globalisasi muslim untuk meracik secara tepat, untuk kemudian menyajikan jawaban positif Islam atas globalisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Demikian akhirnya makalah ini dapat diseesaikan,semoga bermanfaat bagi penulis dan semua embaca yang budiman kami sadar bahwa masih banyak kesalahan dalam penulisan ini,karena itu mohon saran dari semua peihak.&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;-http;//id.wikipedia.or/wiki/lobalisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 27pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="ES-TRAD"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES-TRAD"&gt;Abul Miqdad al-Madany.blospot.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Arial; font-weight: normal;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;strong&gt;http://m.cybermq.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5047820957059664621-6991623402802485266?l=bloggerq-tentangindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/feeds/6991623402802485266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2010/03/globalisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/6991623402802485266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/6991623402802485266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2010/03/globalisasi.html' title='GLOBALISASI'/><author><name>indah_doanx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17535488946659897432</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_oQNeKLVYFuk/S8AFNIVeoXI/AAAAAAAAAD4/bhJlrGfm5-s/S220/Gone+Fishing.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5047820957059664621.post-5626409143439751946</id><published>2010-02-07T23:28:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T23:40:07.216-08:00</updated><title type='text'>ATAS NAMA TA'ARUF!!</title><content type='html'>Ini adalah kisah yang sudah sangat melegenda:&lt;br /&gt;- Tentang Julius Caesar, kaisar Romawi yang rela kehilangan kehormatan, kesetiaan dan bahkan negaranya demi si Ratu Penggoda:Cleopatra. Semua dia lakukan (kata ahli sejarah)...atas nama cinta&lt;br /&gt;- Ini kisah tentang pemuda bernama Romeo, demi seorang wanita, rela kehilangan keluarga, dan tentu saja nyawa... tetap saja: atas nama cinta -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, seorang janda bernama Khadijah, yang rela mengorbankan segalanya demi membela pemuda bernama Muhammad, yang dia yakini membawa risalah Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga :atas nama cinta kata Jalaluddin Rumi: cinta akan membuat yang pahit menjadi manis dan dengan cinta tembaga menjadi emas dengan cinta yang keruh menjadi jernih. Dengan cinta sakit menjadi obat, dengan cinta yang mati akan menjadi hidup, dan cintalah yang menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya dari pengetahuanlah cinta seperti tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan, aku bukan pujangga yang hendak membahas tentang cinta. Aku juga tidak sedang mencampuri urusan orang lain (Aku hanya ingin memposisikan diri sebagai seorang saudara.. yang wajib hukumnya untuk mengingatkan saudaranya yang mungkin...salah langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila aku salah, atau artikel ini tak berkenan, mohon maaf. Itu saatnya aku untuk dikritisi. Aku ingin bicara atas nama wanita, terlebih akhwat (kalau boleh sih) tolong untuk para ikhwan (atau yang merasa sebagai muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, tetapi itulah fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami. Mungkin kami akan melengos kalau disapa. Atau membuang muka kalau dipuji. Namun, jujur saja, ada perasaan bangga. Bukan suka pada antum (mungkin) namun suka karena diperhatikan "lebih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta'aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong, pahami arti cinta seperti pemahaman Umar Al Faruq: seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut menginjak anaknya (afwan, bener ini ya riwayatnya?). Bukan mengajak kami ke bibir neraka. Dengan SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label: ta'aruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.&lt;br /&gt;Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu! Ada beda persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus. Beda itu bernama "rasa" dan "pemaknaan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan, bukan seperti itu yang dicontohkan Rasulullah! Antum memang bukan Mush'ab. Antum juga tak sekualitas Yusuf as. Tetapi antum bukan Arjuna dan tak perlu berlagak seperti Casanova karena Islam sudah punya jalan keluar yang indah. Segeralah menikah atau jauhi wanita dengan puasa!&lt;span&gt;saudariku....sahabatku...u&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;khty muslimah....,,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguhpun taaruf bukanlah sebuah permainan....bukan sekedar coba-coba...bukan sekedar perkiraan...&lt;br /&gt;"hmm..siapa tau cocok..."&lt;br /&gt;"hmm...siapa tau jodoh..."&lt;br /&gt;"siapa tau..."siapa tau...'&lt;br /&gt;atau bahkan..." Hmm....lumayanlah...buat hepi-hepian...???????"&lt;br /&gt;astaghfirullah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh...Taaruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu....!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah kesenangan terselubung...??????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah kesenangan terselubung...??????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari PACARAN...justru tanpa disadari masuk dalam PACARAN tersebut...&lt;br /&gt;&lt;span&gt; bagaiaman mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu yang suci...suatu ikatan yang mahal harganya...sebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa saja...siapa saja yang mau...siapa saja yang ada...atau sebuah iseng-iseng berhadiah...??????????????&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan perkataan...&lt;br /&gt;&lt;span&gt; "coba ah...sama dia...siapa tau...hehehe..???????!!!!!&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;!!?????????"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAARUF BUKAN HAL-HAL REMEH TEMEH SEPERTI ITU....!!!!!!!&lt;br /&gt;TAARUF ITU SUNGGUH SUCI...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya...&lt;br /&gt;saya bukan siapa-siapa...bahkan saya adalah orang yang sangat sangat awam dengan masalah ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi...sungguh miris hati saya ketika melihat realita...taaruf seakan jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran...!!!&lt;br /&gt;akhibatnya...??? taaruf tiada bedanya dengan pacaran...???&lt;br /&gt;lalu...??? taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan "selimut Islami..."????????&lt;br /&gt;jika pacaran yang dibicarakan adalah...(hmm..mungkin ..^^)&lt;br /&gt;"sayang...ketemuan yuk..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika taaruf...&lt;br /&gt;"ukhty...sholat tahajud dulu...??????????"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan&lt;br /&gt;"sayang...aku cinta kamu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taaruf ...??&lt;br /&gt;"ukhty...sungguh hati ini mencintaimu karena Allah...????"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sms-sms penuh perhatian...tiap hari...tiap jam...&lt;br /&gt;telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari...&lt;br /&gt;chatting..???&lt;br /&gt;YANG DIBICARAKAN...??????? hmm..tidak jauh beda...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kiranya semuanya telah tau...&lt;br /&gt;bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun...saya wanita...dan ukhty pun wanita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; tapi kita juga tau...bahwa perhatian laki-laki...kasih sayangnya...sikap melindunginya...kesetiaann&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;ya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; tapi kita juga tau...bahwa perhatian laki-laki...kasih sayangnya...sikap melindunginya...kesetiaann&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;ya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin kami para akhwat pada awalnya akan berkata...&lt;br /&gt;"iih...iseng bgt sih..."&lt;br /&gt;"nyebelin..."&lt;br /&gt;"ganjen..."&lt;br /&gt;"TP TP..."&lt;br /&gt;"ngapain sih ngajak-ngajak taarufan nggak jelas.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAPI....kita semua juga tau....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta itu tumbuh karena terbiasa...&lt;br /&gt;terbiasa dekat...&lt;br /&gt;terbiasa ada...&lt;br /&gt;terbiasa bersama...&lt;br /&gt;terbiasa berantem..hhe..^^&lt;br /&gt;terbiasa saling menyapa...&lt;br /&gt;terbiasa diberi perhatian...&lt;br /&gt;terbiasa saling mengobrol...hmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta itu teramat bening...&lt;br /&gt;saat ini tiada apapun...namun perlahan...tanpa kita sadari...dia sudah menjalar ke seluruh bagian jiwa kita,,,menguasai kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya...&lt;br /&gt;terganggu oleh sms-sms isengnya....&lt;br /&gt;terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun...tanpa kita sadari...&lt;br /&gt;saat ia tiada...&lt;br /&gt;saat sms tak kunjung tiba...&lt;br /&gt;saat telepon tak berdering lama....????&lt;br /&gt;akan ada perasaan kehilangan....&lt;br /&gt;setiap saat melihat ke HP...menunggu deringnya...&lt;br /&gt;setiap saat melongok ke komputer...menunggu onlinenya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan itukah...??? itukah saudariku....??? yang dinamakan dengan..."MENCINTAI KARENA ALLAH...???"&lt;br /&gt;itukah...????&lt;br /&gt;itukah....?????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya akhi...para ikhwan....&lt;br /&gt;sungguh hati wanita ini lemah....&lt;br /&gt;hati wanita itu mudah terjangkiti virus....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta...&lt;br /&gt;bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu...menginnginkan adanya kebersamaan...&lt;br /&gt;merindukan adanya kasih yang tanpa akhir...&lt;br /&gt;sementara....KITA BELUM HALAL....!!!!!! DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL....!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu...???&lt;br /&gt;sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu...???&lt;br /&gt;sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai merindukanmu...??? mulai berharap padamu...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.&lt;br /&gt;Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya akhi....ikhwan...calon pemimpin kami di masa depan....&lt;br /&gt;jika engkau benar-benar serius...mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik internetmu...???&lt;br /&gt;bersembunyi dibalik HPmu...???&lt;br /&gt;bersembunyi dalam kata-katamu...????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita sudah lelah dengan semua itu...&lt;br /&gt;sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE...&lt;br /&gt;yang hanya berani di dunia maya...&lt;br /&gt;yang hanya berani di dunia sms...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika engkau memang sungguh serius...&lt;br /&gt;DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI...!!!&lt;br /&gt;JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG...!! DIHADAPAN KAMI...!!!!&lt;br /&gt;JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG....!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami wanita ingin pemimpin yang berani....&lt;br /&gt;kami wanita yang ingin menjaga diri...&lt;br /&gt;kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu...janji gombal....&lt;br /&gt;kami wanita yang ingin laki-laki yang halal.....&lt;br /&gt;DENGARLAH AKHI...KAMI WANITA YANG BERBEDA...!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN....&lt;br /&gt;DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata-kata di bawah ini copas dari...&lt;a href="http://fsialbiruni.multiply.com/journal/item/6" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;&lt;span&gt;http://fsialbiruni.multipl&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;y.com/journal/item/6&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dari milis group "saudaraku, perasaanku bukan kelinci percobaan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata-kata di bawah ini copas dari...&lt;a href="http://fsialbiruni.multiply.com/journal/item/6" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;&lt;span&gt;http://fsialbiruni.multipl&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;y.com/journal/item/6&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dari milis group "saudaraku, perasaanku bukan kelinci percobaan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.&lt;br /&gt;Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.&lt;br /&gt;Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.&lt;br /&gt;Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.&lt;br /&gt;Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ATAS NAMA TAARUF...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA..." mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf.."&lt;br /&gt;maka...&lt;br /&gt;wanita akan menjawab..suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami...&lt;br /&gt;akan kami layani kebutuhannya....&lt;br /&gt;akan kami tunggu kehadirannya...&lt;br /&gt;akan kami berikan jiwa kami...raga kami....&lt;br /&gt;bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami...meski hanya dalam rangka taaruf...??&lt;br /&gt;suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami...penjaga kami...pelindung kami...&lt;br /&gt;bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan...meski hanya sebatas tukaran biodata..??&lt;br /&gt;mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga...&lt;br /&gt;ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami....&lt;br /&gt;bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas kata..."baik saya setuju...taarufan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya akhi....saudaraku...para ikhwan....&lt;br /&gt;JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI...!!!!!&lt;br /&gt;KETAHUILAH...KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA...!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By:ustdz. Zaidah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5047820957059664621-5626409143439751946?l=bloggerq-tentangindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/feeds/5626409143439751946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2010/02/atas-nama-taaruf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/5626409143439751946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/5626409143439751946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2010/02/atas-nama-taaruf.html' title='ATAS NAMA TA&apos;ARUF!!'/><author><name>indah_doanx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17535488946659897432</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_oQNeKLVYFuk/S8AFNIVeoXI/AAAAAAAAAD4/bhJlrGfm5-s/S220/Gone+Fishing.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5047820957059664621.post-1766838270996930140</id><published>2009-11-20T18:09:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T18:12:59.277-08:00</updated><title type='text'>PELANGI IBU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;em&gt;Awalnya sederhana sekali. Ketika itu aku memberi Ibu hadiah seekor ayam kedu. Ayam betina yang cantik, berbulu kombinasi abu-abu, putih, dan coklat muda. Ayam yang kubeli seharga dua puluh ribu perak dan kuberi nama Pelangi.Respon Ibu pun tadinya biasa saja. Tak se-surprised ketika Mbak Irna, kakakku yang sulung, menghadiahi seuntai kalung mutiara. Selain harganya hampir terpaut seratus kali lipat, aku pun sangat tahu Ibu tidak suka memelihara ayam. Ibu lebih suka dengan koleksi tanaman hiasnya. Cuma entah mengapa, begitu melihat sosok Pelangi di Pasar Bandungan, ketika aku iseng-iseng survei di sana, tiba-tiba ‘jatuh cinta’ seketika dan berhasrat menghadiahkannya kepada Ibu. Tak peduli nantinya akan disembelih atau diserahkan ke Mat Karpo, tukang kebun kami, yang jelas aku memberikan hadiah itu dengan penuh cinta.Itu satu setengah tahun silam, ketika aku masuk mahasiswa semester dua. Setelah aktif di kampus dengan seabreg kegiatan, baik Rohis maupun di BEM, secara otomatis urusan si Pelangi pun terlupakan. Sampai keluhan itu berdatangan.“Ibu lebih mengutamakan si Pelangi daripada Andang dan Evan, cucu-cucunya,” keluh Mbak Erna lewat telepon. “Masa ketika mudik kemarin kami dicuekin…”“Gila, kau beri guna-guna apa si Ibu, Fa? Mosok Ibu lebih seneng kangen sama ayam-ayam daripada aku dan anak-anak. Baru dua hari di Jakarta, ibu kemut-kemut pengen pulang. Katanya keluarga Pelangi tidak ada yang ngurusin. Kan, ada Mat Karpo dan Bi Iyem,” ujar Mas Wahyu, juga via telepon.Bukan cuma mereka berdua. Mas Hendy yang sudah dua tahun merantau di Medan juga mencak-mencak. “Sialan! Jauh-jauh datang dari Medan, dikalahkan oleh ayam!” tulisnya via e-mail.Tadinya aku cuma tersenyum geli. Kupikir ketiga kakakku yang sudah jadi orang itu cuma main-main. Masak sih ada Ibu yang lebih cinta pada ayam daripada anaknya sendiri?Kalaupun Ibu memang sayang sama Pelangi, diam-diam aku bersyukur. Hadiahku yang cuma seharga 20 ribu itu berhasil mengalahkan hadiah-hadiah borju kakak-kakakku. Mengalahkan kalung mutiara Mbak Irna, dokter spesialis kandungan yang sudah punya RS bersalin sendiri di Surabaya. Mengalahkan cincin berlian hadiah Mas Wahyu, si ahli komputer yang tinggal di Jakarta, ataupun gelang cantik dari Mas Hendy, insinyur minyak yang lebih enjoy di Medan daripada di tanah kelahirannya sendiri.Bayangkan, seekor ayam dari mahasiswa semester lima seperti aku, yang cuma ngasih hadiah seharga lima mengkuk bakso, berhasil mengalahkan hadiah-hadiah yang sangat tak terjangkau oleh kantongku. Ajaib, bukan?Tapi aku kena batunya. Keluhan-keluhan itu ternyata bukan just kidding. Aku alami sendiri saat mudik agak lama sebulan yang lalu. Seminggu di rumah, aku dibuat cemburu oleh ulah di gold child, Pelangi.Ba’da Shubuh, Ibu asyik memberi makan si Pelangi yang telah beranak-pinak. Ketika aku mendekat, tiba-tiba beliau menjadi juru bicara yang mahir. Ajaib, karena selama ini beliau terkenal sangat pendiam.“Pelangi sudah punya empat puluh anak. Lucu-lucu, bukan? Si Burik, anaknya yang mbarep sudah mulai bertelur. Nah itu Sawunggaling, seangkatan Burik, sudah jadi jago yang gagah. Kemarin jago Mat Karpo dipatuk sampai mati. Dan itu Arjuna, idola ayam betina, si hidung belang. Cakep kayak ibunya,” Ibu terkekeh.Aku cuma tersenyum kecut. Semakin kecut ketika setelah mengumbar kehebatan Pelangi Family, beliau seperti tidak menyadari keberadaanku. Sibuk berat! Beliau berhenti cuma untuk shalat, mandi, dan tidur. Makan pun harus diingatkan oleh Bi Iyem, melalui proses yang rumit.“Ya, harus sabar, Den,” keluh Bi Iyem, “kalau tidak, Ibu benar-benar marah dan nggak mau makan.”“Ibu pernah mengusir tamunya karena merasa terganggu keasyikannya memberi makan ayam-ayam itu, Den,” lapor Mat Karpo. Gawat!!Pernah pukul 02.00 telepon di kosku berdering. Interlokal dari Purwokerto. Dengan jantung bedebar, aku mengangkatnya. Siapa sih yang sanggup tenang menerima telepon jarak jauh malam-malam seperti itu?“Afifah, khutuk si Burik mati semua kena penyakit… aduh, piye Fah? Kamu kan anak Biologi. Pokoknya besok pagi-pagi kamu harus pulang. Pakai kereta biar cepat!”“Aduh Bu, besok Afifah ada mid…”“Ibu nggak mau tahu. Pokoknya kowe kudu balik. Mengobati ayam lainnya. Kalau ketularan kan bisa mati semua.”“Tapi, Bu…”“Tidak ada tapi-tapian, atau jatah uangmu bulan ini Ibu hentikan!”Aku cuma tertunduk lemas. Minggu-minggu sibuk, penuh dengan kuis, midtest. Dan seabreg tugas Rohis, harus terkalahkan gara-gara ayam.****“Itu semua kesalahan kamu dan kakak-kakakmu, Fah…”Aku terhenyak. Analisis Astri, akhwat Psikologi itu jarang meleset. Tapi, what’s wrong?“Maksudmu, As?”“Ibumu butuh teman. Beliau kesepian. Pelangi hanya pelarian. Ibu butuh untuk melampiaskan rasa kangennya pada keempat anaknya yang kini jauh. Mbak Irna di Surabaya, Mas Wahyu di Jakarta, Mas Hendy di Medan, dan kamu di Semarang. Ibumu kesepian. Kenyataan bahwa Pelangi adalah dari putri bungsunya, sehingga seakan-akan Ibu mendapat pengganti.”“Jadi di mata Ibu, aku adalah Pelangi?” Aku tersenyum.“Bisa jadi,” Astri menjawab serius. Senyumku surut.“Ibu menyayangi semua anaknya. Rata, nggak pilih kasih. Mengapa Ibu tidak tergila-gila pada hadiah kakak-kakakku?”“Karena hadiah itu hanya benda mati, sedangkan Pelangi adalah mekhluk hidup. Beliau menemukan kasih sayang, keasyikan yang tidak didapatkan dari keempat anaknya yang selalu sibuk dengan urusan masing-masing.”Sekali lagi aku terhenyak. Sibuk dengan urusan masing-masing? Betul sekali. Aku sendiri yang masih berstatus mahasiswa, masih lajang saja jarang pulang. Bahkan libur panjang pun tidak. Padahal jarak Semarang-Purwokerto cuma 6 jam via bus. Kesibukan yang bertumpuk-tumpuk memang sangat menyita waktuku. Tugas dakwah ataupun akademis menuntutku untuk proaktif. Yah, tuntutan agar bisa tampil prima datang dari berbagai sektor, membuat jam terbangku menjadi sangat tinggi. Sekedar menelepon Ibu pun kadang tak sempat.Bercermin dari kesibukanku, aku bisa membayangkan kesibukan ketiga kakakku. Kami semua setipe, gila kerja. Yang berprinsip bukan sekedar time is money, tapi time is life. Itukah penyebabnya mengapa Ibu merasa terabaikan dan menjadikan Pelangi sebagai pelarian?“Kayaknya ini masalah serius buatmu, Fah. Kamu harus menyusun strategi! Jika tidak ingin…”“Tidak ingin apa?” kejarku.“Tidak ingin warisan Ibu jatuh ke Pelangi…”Lucu ucapan Astri. Tetapi aku tidak bisa tertawa. Ini serius, sangat serius. Kalau benar ucapan Astri, aku harus meninjau kembali predikat da’iyah yang melekat pada diriku. Untuk apa aku mati-matian menjadi khadimah jika Ibu sendiri, orang tua semata wayang setelah Bapak meninggal lima tahun silam, terabaikan?****Kulirik jam tanganku. Pukul 5 kurang. Setengah berlari kumasuki luas halaman depan rumah. Halaman yang penuh dengan tanaman hias. Tapi ada yang aneh. Yah, aku baru menyadari sekarang. Halaman memang bersih, rapi. Tapi nilai artistiknya sudah terabaikan dan seratus persen menjadi tanggung jawab Mat Karpo.Aku menghela nafas panjang, sambil kembali melangkah. Kuturuti saran Astri. Kusempatkan pulang di tengah kesibukanku. Besok pagi-pagi benar aku harus kembali ke Semarang ada rapat penting yang harus aku hadiri. Persiapan stadium general, pembukaan mentoring mahasiswa baru.Sebelumnya aku telah menghubungi ketiga kakakku. Surprise untuk Ibu. Bayangkan! Tanpa mengabari sebelumnya, tiba-tiba keempat anaknya datang serempak. Ibu mana yang tidak gembira? Setelah kuungkapkan hasil analisis Astri, ketiga kakakku setuju. Siiip!“Assalamu ‘alaikum…!” salamku.“Wa’alaikumussalam…!” jawab Bi Iyem yang dengan terkejut senang memelukku.“Den Afifah… senang sekali Den datang. Libur lama, ya!”“Nggak Bi, besok Fifah pulang. Mas Hendy sudah datang?”“Lho, Den Hendy juga mau datang, tho? Kok nggak cerita-cerita sih?”“Jadi belum pulang, ya. mbak Irna dan Mas Wahyu?”“Lho, mau pulang juga?”Kesimpulannya, belum ada yang datang. Ah, mungkin nanti malam. Masa mereka ingkar janji?“Bi, tahu kan Ibu suka pepes ikan mas dan puding nangka?”“Ya, Den.”“Pokoknya surprise…,” aku tersenyum misterius.“Tadi barusan Den Hendy telepon dari Medan.”“Oh, ya?”“Katanya ada proyek penting yang nggak bisa ditinggalkan. Neliau nitip pesan untuk Den Afifah…”Senyumku surut. Alamat rencana bisa berantakan. Tapi masih ada Mbak Irna dan Mas Wahyu sekeluarga. Tak apalah berkurang Mas Hendy seorang.“Udah deh, sekarang mulai masak saja . fifah capek banget nih!”Cepat aku berlari ke dalam. Kandang ayam! Tepat, Ibu ada di sana. Bercakap-cakap, memberi makan dan membelai….Rasanya aku harus berjuang keras untuk merebut kasih sayang beliau kembali. Tak lucu rasanya kalau harus bersaing dengan ayam.“O, kowe tho Nduk…,” cuma itu komentarnya. Sejurus kemudian beliau kembali ayik dengan Pelangi Family. Lupa bahwa aku ada di sisinya.****Pukul 8 tepat. Masakan sudah siap. Aku berdandan rapi dengan jubah biru dan kerudung putih lebarku. Plus kaos kaki, takut kalau tiba-tiba Mbak Irna datang bersama Mas Danu suaminya.Kriiinnnggg…!! Telepon berdering.“Hallo, assalamu’alaikum….”“Wa’alaikumussalam…. Ini Afifah ya? afwan, jaringan komputer di kantor Mas Wahyu kena virus semua. Mas harus kerja lembur. Jadi….”“Nggak bisa pulang? Mas ini gimana sih? Ini kan penting sekali. Apa Mas nggak….”“Ya, ya… mas tahu. Tapi Fah, ini juga penting. Bisa kamu bayangkan kerja kantor kalau semua komputer rusak. Mas harus….”“Oke, kalau semua itu lebih penting daripada Ibu! Assalamu ‘alaikum!!” kuletakkan gagang telepon dengan kasar. Apa rencana yang kupersiapkan harus gagal?Kriiinnnggg!!Lagi-lagi telepon berdering. Pasti Mas Wahyu lagi. Dengan segan aku mengangkatnya.“Halo, assalamu’alaikum!”“Wa ‘alaikumussalam. De Afifah, ya? ini Mbak Irna.”“Mbak Irna?” tiba-tiba sekujur tubuhku terasa lemas. “Nggak… nggak bisa datang, ya Mbak??”“Maaf banget, De. Ada yang sangat gawat. Mbak harus pimpin operasi malam ini juga…”Benar! Berantakan! Aku jatuh terduduk di meja makan. Menatap pepes ikan yang tampak sangat sedap itu. Dari mushala kulihat Ibu masuk ke kamar. Lalu kamar itu gelap. Mungkin beliau tidur.****Interlokal dari Purwokerto, pukul satu malam. Ukhti Nila yang membangunkan aku. Ia lembur menggarap rencana strategis untuk perkembangan Rohis di fakultasnya. Cepat kuraih gagang telepon. Ada apa? Si Pelangi lagi?“Den… gawat!”Bi Iyem. Dadaku berdebar kencang.“Ada apa, Bi?”“Konsleting, Den! Kandang ayam kebakaran, semua ayam mati!”Bagi orang lain hal itu pasti biasa. Tak harus interlokal malam-malam seperti ini. Tapi untuk Ibu….“Lalu, Bi….”“Ibu shock berat, beliau dibawa ke rumah sakit. Jantungnya kumat.”“Inna lillahi wa inna illaihi raaji’uun…” tubuhku gemetaran, “gawat nggak, Bi?”“Dibawa ke UGD, Den….”“Sudah telepon Mbak Irna?”“Sudah, tetapi….”“Mas Wahyu, Mas Hendy…?” kejarku emosi.“Sudah, tapi mereka juga belum bisa pulang….”Kutatap kalender di dinding kamar. Agenda buat besok: pukul 05.30 rapat koordinasi bidang An-Nida Rohis, pukul 07.30 sampai 12.30 kuliah. Ada mid semester Oceanologi dan Poultry Scince. Pukul 13.00 mentoring untuk adik kelas. Pukul 16.00 rapat BEM fakultas, persiapan Ekspo. Pukul 18.30 ngisi kajian untuk ibu-ibu di mushalla, pukul 20.00 mabit untuk membahas pengkaderan Rohis. Full!!Tapi Ibu sakit karena Pelangi sekeluarga mati.Bagi Ibu, Pelangi adalah Den Afifah. Burik adalah Den Irna. Sawunggaling adalah Den Hendy, dan Arjuna adalah Den Wahyu....Itu kata-kata Bi Iyem, sebulan yang lalu. Sekarang Pelangi, Burik, Sawunggaling, Arjuna dan keturunannya sudah mati. Jangan-jangan IBu juga menganggap Afifah, Irna, Wahyu, dan Hendy telah mati. Gawat!!Cepat kuambil pakaian seadanya, kumasukkan ke tas coca-cola-ku serabutan. Kupakai jubah hijau dan kerudung.“Mau kemana, Fah?”“Pulang, Ibu sakit keras. Pelangi mati….”Tak perlu kujelaskan pada ukhti Nila. Semua tanggung jawabku. Aku harus pulang, malam ini juga, untuk menunjukkan bahwa Afifah belum mati, bahwa Pelangi hanya seekor ayam!&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5047820957059664621-1766838270996930140?l=bloggerq-tentangindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/feeds/1766838270996930140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2009/11/pelangi-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/1766838270996930140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/1766838270996930140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2009/11/pelangi-ibu.html' title='PELANGI IBU'/><author><name>indah_doanx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17535488946659897432</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_oQNeKLVYFuk/S8AFNIVeoXI/AAAAAAAAAD4/bhJlrGfm5-s/S220/Gone+Fishing.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5047820957059664621.post-242001758823220908</id><published>2009-10-15T21:56:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T21:57:37.981-07:00</updated><title type='text'>Tips Dakwah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Berdakwah merupakan kewajiban setiap muslim. Setiap orang yang telah mengikrarkan dua kalimat syahadah memikul tugas untuk menyampaikan kebenaran yang telah diyakininya kepada orang lain. Karena hakekat dakwah adalah menunjukkan jalan menuju kebenaran. Ibarat seorang musafir tentu ia membutuhkan petunjuk dalam perjalannya agar sampai di tujuan tanpa tersesat. Maka para rasul pun diutus ke bumi untuk menunjukkan umatnya jalan menuju kebenaran. Dan kewajiban ini terus menerus dibebankan kepada umatnya setelah wafatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dakwah bukanlah sebuah profesi yang hanya dilakukan sebagian orang saja sebagaimana dipahami banyak orang. Namun ia merupakan manifestasi keimanan setiap orang yang mengaku muslim. Memang untuk dapat menyampaikan dakwah kepada umat secara baik dan benar seseorang dituntut untuk memiliki kapasitas keilmuan yang memadai di samping faktor-faktor penunjang lainnya. Namun, seseorang tak perlu menjadi seorang kiai atau ulama terlebih dahulu untuk boleh berdakwah. Bahkan kewajiban menyampaikan itu tidak gugur hanya dikarenakan seseorang merasa belum memiliki ilmu yang cukup. Hal ini ditegaskan oleh sabda Nabi saw, “Ballighu ‘anniy walau ayah”, sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat. Dalam hadits yang lain disebutkan, “Berapa banyak orang yang diberitahu lebih paham daripada yang memberitahu”. Ini adalah bentuk penegasan bahwa setiap muslim memikul kewajiban untuk menyampaikan ilmunya kepada orang lain. Bahkan secara lebih tegas Allah swt menyatakan laknat-Nya kepada orang-orang yang telah sampai kepada mereka kebenaran namun justru mereka menyembunyikannya sebagaiman dilakukan oleh Ahli Kitab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Berdakwah tidaklah harus di atas mimbar ataupun di masjid-masjid atau pada waktu-waktu tertentu saja. Karena setiap tempat dan waktu merupakan ladang untuk berdakwah. Bahkan tidak sedikit dakwah seseorang yang berhasil bukan lewat mimbar. Karena andaikan dakwah terbatas hanya di tempat-tempat atau waktu-waktu tertentu, niscaya sedikit sekali kesempatan itu. Bahkan dakwah yang paling efektif bukanlah dengan memberikan orasi yang mempesona di podium yang memikat hati setiap orang yang mendengarnya, meskipun hal itu juga diperlukan sebagai sarana penyampaian. Namun rahasia dakwah yang sukses justru terletak pada diri da’i itu sendiri. Karena manusia lebih cenderung mempercayai bahasa kepribadian daripada bahasa lisan. Seseorang bisa saja berjam-jam berorasi di hadapan banyak orang dengan gelora semangat yang membangkitkan emosi para pendengar, namun setelah ia turun dari mimbarnya justru apa yang baru saja disampaikannya ditolak mentah-mentah karena kepribadiannya bertolak belakang dengan apa yang diucapkannya. Lisanul hal ablaghu min lisanil maqal, demikian para ahli hikmah mengatakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Oleh karena kewajiban berdakwah tidak terbatas hanya untuk kalangan tertentu saja, maka setiap muslim dapat memanfaatkan potensi yang dimilikinya sebagai sarana untuk berdakwah. Sebagai contoh seorang dokter, ia dapat memberikan resep tambahan kepada para pasien sebelum meninggalkan tempat prakteknya menuju rumah masing-masing dengan resep-resep syar’i seperti menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya, puasa senin-kamis, shalat dhuha dan lain sebagainya serta memberikan pemahaman yang benar bahwa kesembuhan datangnya hanya dari Allah swt semata, adapun dokter, obat, atau apapun selain-Nya hanyalah sebagai sebab dan perantara, dan tawakal kepada-Nya itulah jalan satu-satunya yang akan mendatangkan ketenangan dalam hati. Dengan cara yang sedemikian halus tentu seorang pasien tidak akan merasa bahwa dirinya sedang mendapatkan ceramah keagamaan seperti yang banyak disampaikan di mimbar-mimbar oleh para da’i.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Faktor-faktor pendukung kesuksesan dakwah pun perlu mendapatkan perhatian serius bagi para calon dai. Karena hal itu menjadi kunci sukses tidaknya sebuah dakwah. Berikut ini beberapa resep yang dapat diambil manfaatnya sebagai bekal menuju dunia dakwah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 1in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perbaikan diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sebelum mulai terjun berdakwah seseorang dituntut terlebih dahulu memperbaiki hubungannya dengan Rabbnya. Karena intisari dakwah yang akan disampaikannya adalah ditujukan untuk menuju Rabbnya. Bagaimana mungkin seseorang ingin mengajak orang lain menuju Rabbnya sementara hubungan dirinya sendiri dengan Rabbnya kurang harmonis. Hal ini tentu menjadi syarat utama bagi seorang dai sekaligus sebagai sarana pembentukan kepribadian. Jika kita tengok lebih jauh biografi para ulama generasi salaf, tentu kita akan mendapati bahwa mereka adalah pribadi-pribadi yang demikian intensif memperhatikan hubungan dirinya dengan Rabbnya. Mereka betul-betul menjaga hubungan itu agar jangan sampai rusak. Setiap kali syetan datang menggoda hati mereka, mereka segera teringat akan Zat yang telah menciptakannya, lalu beristighfar dan bertaubat memohon ampun atas kesalahan yang baru saja dilakukannya. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang terus-menerus menangisi kesalahan yang telah lama ia perbuat. Serta memohon ampun setiap saat karena khawatir kesalahan itu akan membuat Kekasihnya murka. Padahal jika kita teliti lebih jauh di antara kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan itu merupakan hal yang dianggap lumrah dan remeh oleh orang-orang biasa, terutama pada zaman sekarang, sebagaimana ahli hikmah mengatakan, hasanatul abrar sayyiatul muqarrabin. Oleh karena itu, tak mengherankan jika mereka menjadi pribadi-pribadi yang bukan saja mulia di mata Allah swt, namun di mata manusia mereka adalah permata-permata mahal yang selalu terjaga. Manusia banyak berdatangan kepada mereka untuk mengambil ilmu darinya atau sekedar untuk mendapatkan berkah kesalehannya. Nama mereka pun selalu harum tercatat dalam sejarah dan terabadikan hingga akhir zaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 1in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memberi contoh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sebelum mengajak orang lain tentu seseorang dituntut terlebih dahulu memahami hakekat apa yang akan disampaikannya, kemudian mengaplikasikannya pada dirinya sendiri. Sehingga ketika amalan itu telah mendarahdaging dan menjadi kebiasaannya ia akan menemukan kenikmatan dari amalan itu, sehingga ketika suatu saat amalan itu terlewatkan ia akan merasa kehilangan dan berusaha mencari penggantinya. Dari situ, ia pun akan lebih mudah menyampaikannya kepada orang lain. Manusia pun takkan merasa kesulitan ketika ingin mencocokkan antara ucapan dengan amalannya sehari-hari, karena pada keduanya tak terdapat perbedaan yang jauh. Diriwayatkan bahwa salah seorang di antara ulama salaf tiba-tiba berhenti pada suatu permasalahan fiqh dan menunda menjelaskannya hingga beberapa waktu lamanya, kemudian ia kembali lagi ke majelis ta’lim untuk menjelaskan permasalahan tersebut, ketika ditanya mengapa ia melakukan hal yang demikian ia mengatakan, “Aku takkan menerangkan masalah ini sebelum aku mempraktekkannya”, permasalahan itu adalah masalah membebaskan budak. Ini merupakan strategi dakwah yang paling ampuh, bahkan lebih ampuh daripada sekedar kemampuan berceramah yang baik namun tidak diiringi dengan contoh nyata sehingga ucapannya kontras dengan perbuatannya. Bahkan yang terakhir ini merupakan perbuatan yang dapat mendatangkan murka Allah swt. Konsep ini merupakan konsep Rasulullah saw yang ditanamkan kepada para sahabatnya. Beliau bersabda, “Ibda’ binafsika”. Ya, mulailah dari dirimu sendiri, jangan menunggu orang lain. Terlebih bagi seorang dai yang setiap gerak-gerik dan tingkah lakunya diperhatikan dan menjadi panutan bagi umatnya, tentu akan sangat fatal akibatnya jika umatnya mendapatinya dalam kondisi yang tidak sesuai dengan apa yang selama ini disampaikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 1in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengajak bukan memvonis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sebagaimana istilah dakwah itu sendiri diambil, dari kata da’a-yad’u-du’a wa da’wah, yang berarti mengajak atau ajakan, maka bagaimana seorang dai menjadikan bahasa dakwahnya menjadi bahasa ajakan yang bersifat persuasif dan jauh dari kesan menggurui sangat perlu diperhatikan. Memang ada saatnya seseorang harus menggunakan bahasa guru terhadap murid seperti ketika seseorang mengajari anaknya. Namun untuk kondisi masyarakat secara umum bahasa ajakan lebih bisa diterima. Khususnya masyarakat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang majemuk, mereka akan merasa lebih senang dengan dakwah yang bersifat mengajak dan mendorong orang untuk berbuat baik, mengingat watak manusia adalah merasa paling tahu dan tidak suka digurui. Biasanya cara ini jarang sekali dipahami oleh para dai pemula. Padahal cara ini memilik pengaruh yang jauh lebih besar dan lebih efektif. Oleh karena itu, pengaturan bahasa ketika menyampaikan sebuah dakwah pun menjadi syarat mutlak. Memang pada kenyataannya seseorang sedang berdiri berceramah, namun jika bahasa yang digunakan adalah bahasa motivasi maka para pendengar pun tidak akan merasa diceramahi sama sekali. Ibarat seorang pedagang yang ingin menawarkan barang dagangannya, ia dituntut untuk bisa meyakinkan pembeli tanpa harus menipu. Kemudian yang harus dihindari oleh seorang dai adalah sikap cepat memvonis. Seorang dai harus memahami posisinya bahwa dirinya adalah seorang penyeru bukan seorang hakim. Oleh karena itu, kapan pun ia menemui sebuah kemungkaran, yang paling pertama ia pikirkan adalah mencari jalan terbaik untuk merubah kemungkaran tersebut, bukan mencela dan menyalahkan orang lain. Kesalahan yang banyak dilakukan oleh para dai adalah mencari pembenaran bagi dirinya sendiri dengan cara memvonis &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dan mencela sini lalu menganggap dirinya paling benar tanpa mau mencari penyebab kemungkaran tersebut serta mencari solusinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 1in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sampaikan apa adanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Yang terakhir ini lebih merupakan amanat bagi seorang pengemban dakwah. Seorang dai harus menyampaikan dakwahnya secara terbuka dan apa adanya. Terbuka artinya tidak menutup-nutupi sebagian pesan dan menyampaikan sebagian lainnya. Sampaikanlah amanat Rasulullah saw itu dengan sempurna, tanpa mengurangi ataupun menambahinya sedikitpun. Sampaikanlah Islam apa adanya, karena Islam merupakan ajaran yang telah sempurna. Ia tak boleh dikurangi dan tak perlu ditambahi. Islam juga merupakan ajaran yang sesuai dengan fitrah manusia, maka tak perlu kita menutup-nutupinya. Sampaikanlah kepada manusia bahwa Islam adalah agama perdamaian, cinta kasih sayang dan persaudaraan. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan dan kesejahteraan. Ia melarang segala macam bentuk kezaliman dan kesewenang-wenangan serta penindasan. Islam adalah agama yang indah dan sesuai hati nurani. Sampaikanlah bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk saling bersopan santun dan saling menghormati. Sampaikan pula bahwa Islam adalah agama kemuliaan, dan kemuliaan Islam itu diletakkan di sebuah puncak tertinggi yang bernama Jihad. Dengan tiang Jihad-lah agama ini sanggup tegak hingga akhir zaman. Dan akan senantiasa ada sekelompok dari umat ini yang memegang panji itu, serta menggenggamnya hingga akhir zaman. Sampaikanlah bahwa Islam ini bisa tegak hingga kini berkat keringat para ulama dan darah para syuhada dan sejarah Islam tercatat dengan dua tinta, tinta emas para ulama dan tinta darah para syuhada. Sampaikan pula bahwa Islam ini tak akan dapat kembali kepada kejayaannya sebelum umatnya kembali kepada agamanya, kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw. Sampaikanlah Islam secara kaffah dan jangan lupa untuk senantiasa berdoa kepada Allah swt, memohon taufik dari-Nya serta bersabar menghadapi badai cobaan dan rintangan yang akan selalu datang silih berganti sebagai sunnatullah. Harapkan selalu ridha Allah swt dan bersihkan hati dari keinginan-keinginan duniawi. Ingat, jalan dakwah bukanlah jalan mulus bertabur bunga di kanan kiri, berhias tepuk tangan dan sorak sorai penonton dan bermahkotakan decak kagum dan pujian. Namun, ia adalah sebuah pendakian terjal penuh onak, duri dan bebatuan tajam. Ia adalah jalan yang menjadikan Rasulullah saw berlumuran darah, kehilangan banyak sahabat dan kerabatnya. Jalan yang menjadikan para nabi dicerca, dihina, disiksa bahkan dibunuh oleh umatnya. Tentu kisah Nabi Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Musa, Isa dan masih banyak lagi nabi-nabi lainnya dapat menjadi kisah penghibur hati bagi para peniti jalan mulia ini. Jalan yang memberikan garis pembeda antara orang-orang yang benar-benar beriman dengan yang tidak. Ia adalah jalan seorang mukmin sejati hingga hari kiamat. Wallahu a’lam bis showab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5047820957059664621-242001758823220908?l=bloggerq-tentangindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/feeds/242001758823220908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2009/10/tips-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/242001758823220908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/242001758823220908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2009/10/tips-dakwah.html' title='Tips Dakwah'/><author><name>indah_doanx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17535488946659897432</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_oQNeKLVYFuk/S8AFNIVeoXI/AAAAAAAAAD4/bhJlrGfm5-s/S220/Gone+Fishing.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5047820957059664621.post-9114604923058052932</id><published>2009-10-15T21:44:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T21:46:37.025-07:00</updated><title type='text'>K E L U A R G A</title><content type='html'>&lt;table style="color: rgb(255, 0, 0);" width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="cattitle"&gt;&lt;a rel="bookmark" href="http://elfaqir83.multiply.com/journal/item/11/membentuk_keluarga_islami"&gt;membentuk keluarga islami&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="itemsubsub"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 0, 0);" id="item_body" class="bodytext" author="elfaqir83" is_pmrepliable="1" author_possessive="elfaqir83's"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mayoritas manusia tentu mendambakan kebahagiaan, menanti ketentraman dan ketanangan jiwa. Tentu pula semua menghindari dari berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih dalam lingkngan keluarga. Ingatlah semua ini tak akan terwujud kecuali dengan iman kepada Alloh, tawakal dan mengembalikan semua masalah kepadaNya, disamping melakukan berbagai usaha yang sesuai dengan syari'at.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pentingnya Keharmonisan Keluarga Yang paling berpengaruh buat pribadi dan masyarakat adalah pembentukan keluarga dan komitmennya pada kebenaran. Alloh dengan hikmahNya telah mempersiapkan tempat yang mulia buat manusia untuk menetap dan tinggal dengan tentram di dalamnya. FirmanNya: &lt;em&gt;"dan diantara tanda-tanda kekuasanNya adalah Dia mencipatakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan diajadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Ar Rum: 21)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ya.supaya engkau cenderung dan merasa tentram kepadanya (Alloh tidak mengatakan: 'supaya kamu tinggal bersamanya'). Ini menegaskan makna tenang dalam perangai dan jiwa serta menekankan wujudnya kedamaian dalam berbagai bentuknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka suami istri akan mendapatkan ketenangan pada pasangannya di kala datang kegelisahan dan mendapati kelapangan di saat dihampiri kesempitan. Sesungguhnya pilar hubungan suami istri adalah kekerabatan dan pershabatan yang terpancang di atas cinta dan kasih sayang. Hubungan yang mendalam dan lekat ini mirip dengan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri. Al Qur'an menjelaskan: &lt;em&gt;"Mereka itu pakaian bagimu dan kamu pun pakaian baginya."&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; (Al Baqarah: 187)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                                &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terlebih lagi ketika mengingat apa yang dipersiapkan bagi hubungan ini misalnya; penddidikan anak dan jaminan kehidupan, yang tentu saja tak akan terbentuk kecuali dalam atmosfir keibuan yang lembut dan kebapakan yang semangat dan serius. Adakah di sana komunitas yang lebih bersih dari suasana hubungan yang mulia ini?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pilar Peyangga Keluarga Islami&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;1. Iman dan Taqwa&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Faktor pertama dan terpenting adalah iman kepada Alloh dan hari akhir, takut kepada Dzat Yang memperhatikan segala yang tersembunyi serta senantiasa bertaqwa dan bermuraqabbah (merasa diawasi oleh Alloh) lalu menjauh dari kedhaliman dan kekeliruan di dalam mencari kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;"Demikian diberi pengajaran dengan itu, orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat. Barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia kan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Dia kan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan keperluannya."&lt;/em&gt; (Ath Thalaq: 2-3)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di antara yang menguatkan tali iman yaitu bersungguh-sungguh dan serius dalam ibadah serta saling ingat-mengingatkan. Perhatikan sabda Rasululloh: &lt;em&gt;"Semoga Alloh merahmati suami yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula istrinya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya. Dan semoga Alloh merahmati istri yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula suaminya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Ahmad, Abu Dawud, An Nasa'i, Ibnu Majah).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hubungan suami istri bukanlah hubungan duniawi atau nafsu hewani namun berupa interaksi jiwa yang luhur. Jadi ketika hubungan itu shahih maka dapat berlanjut ke kehidupan akhirat kelak. FirmanNya: &lt;em&gt;"Yaitu surga 'Adn yang mereka itu masuk di dalamnya bersama-sama orang yang shaleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Ar Ra'du: 23)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                                   &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2. Hubungan Yang Baik&lt;/strong&gt;   &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Termasuk yang mengokohkan hal ini adalah pergaulan yang baik. Ini tidak akan tercipt akecuali jika keduanya saling mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mencari kesempurnaan dalam keluarga dan naggotanya adalah hal mustahil dan merasa frustasi daklam usha melakukan penyempurnan setiap sifat mereka atau yang lainnya termasuk sia-sia juga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;3. Tugas Suami&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami dituntut untuk lebih bisa bersabar ketimbang istrinya, dimana istri itu lemah secara fisik atau pribadinya. Jika ia dituntut untuk melakukan segala sesuatu maka ia akan buntu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Teralalu berlebih dalam meluruskannya berarti membengkokkannya dan membengkokkannya berarti menceraikannya. Rasululloh bersabda: &lt;em&gt;"Nasehatilah wanita dengan baik. Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk dan bagian yang bengkok dari rusuk adalah bagian atasnya. Seandainya kamu luruskan maka berarti akan mematahkannya. Dan seandainya kamu biarkan maka akan terus saja bengkok, untuk itu nasehatilah dengan baik."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Bukhari, Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi kelemahan wanita sudah ada sejak diciptakan, jadi bersabarlah untuk menghadapinya. Seorang suami seyogyanya tidak terus-menerus mengingat apa yang menjadi bahan kesempitan keluarganya, alihkan pada beberapa sisi kekurangan mereka. Dan perhatikan sisi kebaikan niscaya akan banyak sekali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam hal ini maka berperilakulah lemah lembut. Sebab jika ia sudah melihat sebagian yang dibencinya maka tidak tahu lagi dimana sumber-sumber kebahagiaan itu berada. Alloh berfirman; &lt;em&gt;"Dan bergaullah bersama mereka dengan patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Aloh menjadikannya kebaikan yang banyak."&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(An Nisa': 19)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apabila tidak begitu lalu bagaimana mungkin akan tercipta ketentraman, kedamaian dan cinta kasih itu: jika pemimpin keluarga itu sendiri berperangai keras, jelek pergaulannya, sempit wawasannya, dungu, terburu-buru, tidak pemaaf, pemarah, jika masuk terlalu banyak mengungkit-ungkit kebaikan dan jika keluar selalu berburuk sangka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Padahal sudah dimaklumi bahwa interaksi yang baik dan sumber kebahagiaan itu tidaklah tercipta kecuali dengan kelembutan dan menjauhakan diri dari prasangka yang tak beralasan. Dan kecemburuan terkadang berubah menjadi prasangka buruk yang menggiringnya untuk senantiasa menyalah tafsirkan omongan dan meragukan segala tingkah laku. Ini tentu akan membikin hidup terasa sempit dan gelisah dengan tanpa alasan yang jelas dan benar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4. Tugas Istri&lt;br /&gt;   &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Kebahagiaan, cinta dan kasih sayang tidaklah sempurna kecuali ketika istri mengetahui kewajiban dan tiada melalaikannya. Berbakti kepada suami sebagai pemimpin, pelindung, penjaga dan pemberi nafkah. Taat kepadanya, menjaga dirinya sebagi istri dan harta suami. Demikian pula menguasai tugas istri dan mengerjakannya serta memperhatikan diri dan rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Inilah istri shalihah sekaligus ibu yang penuh kasih sayang, pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Juga mengakui kecakapan suami dan tiada mengingkari kebaikannya. Untuk itu seyogyanya memaafkan kekeliruan dan mangabaikan kekhilafan. Jangan berperilaku jelek ketika suami hadir dan jangan mengkhianati ketika ia pergi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan ini sudah barang tentu akan tercapai saling meridhai, akan langgeng hubungan, mesra, cinta dan kasih sayang. Dalam hadits:&lt;em&gt; "Perempuan mana yang meninggal dan suaminya ridha kepadanya maka ia masuk surga."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Tirmidzi, Hakim, Ibnu Majah)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                    &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka bertaqwalah wahai kaum muslimin! Ketahuilah bahwa dengan dicapainya keharmonisan akan tersebarlah semerbak kebahagiaan dan tercipta suasana yang kondusif bagi tarbiyah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain itu tumbuh pula kehidupan di rumah yang mulia dengan dipenuhi cinta kasih dan saling pengertian anatar sifat keibuan yang penuh kasih sayang dan kebapakan yang tegas, jauh dari cekcok, perselisihan dan saling mendhalimi satu sama lain. Juga tak ada permusuhan dan saling menyakiti. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Lurusnya keluarga menjadi media untuk menciptakan keamanan masyarakat. Bagaimana bisa aman bila ikatan keluarga telah amburadul. Padahal Alloh memberi kenikmatan ini yaitu kenikmatan kerukunan keluarga, kemesraan dan keharmonisannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hubungan suami istri yang sangat solid dan fungsinya sebagai orang tua di tambah anak-anaknya yang tumbuh dalam asuhan mereka, merupakan gambaran umat terkini dan masadepan. Karena itu ketika setan berhasil menceraikan hubungan keluarga dia tidak sekadar menggoncangkan sebuah keluarga namun juga menjerumuskan masyarakat seluruhnya ke dalam kebobrokan yang merajalela. Realita sekarang menjadi bukti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semoga Alloh merahmati pria yang perilakunya terpuji, baik hatinya, pandai bergaul (terhadap keluarga), lemah lembut, pengasih, penyayang, tekun, tidak berlebihan dan tiada lalai dengan kewajibannya. Semoga Alloh merahmati pula wanita yang tidak mencari-cari kekeliruan, tidak cerewet, shalihah, taat dan memelihara dirinya ketika suaminya tidak ada karena Alloh telah memeliharanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 1.2em;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Bertaqwalah wahai kaum muslimin, wahai suami istri. Barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaaya akan dimudahkan urusannya.&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Syeikh Shalih bin Abdullah bin Al Humaid). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5047820957059664621-9114604923058052932?l=bloggerq-tentangindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/feeds/9114604923058052932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2009/10/k-e-l-u-r-g.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/9114604923058052932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/9114604923058052932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2009/10/k-e-l-u-r-g.html' title='K E L U A R G A'/><author><name>indah_doanx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17535488946659897432</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_oQNeKLVYFuk/S8AFNIVeoXI/AAAAAAAAAD4/bhJlrGfm5-s/S220/Gone+Fishing.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5047820957059664621.post-3648955162495967962</id><published>2009-10-15T21:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T21:36:31.920-07:00</updated><title type='text'>Ketauhidan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Tauhid: Poros "Pandangan Dunia Ilahiah" (ar-ru`yah al-kaumah al-ilâhiah)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesuai Dengan prinsip penalaran, kita mengetahui bahwasannya keberadaan sesuatu pasti memiliki sebab-musababnya. Keyakinan dan ketentuan ini sedemikian jelas sampai-sampai jika Anda meniup wajah seorang bayi, sekalipun secara perlahan, ia akan segera membuka matnya serta menengok ke kanan dan ke kiri demi mencari sebab munculnya angin yang menerpa wajah mungituya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;la mengetahui bahwa hembusan angin tersebut berasal dari suatu sumber tertentu. Ya, masalah adanya bekas atau jejak yang menunjukkan adanya sesuatu yang membuat bekas atau jejak tersebut, merupakan suatu masalah yang teramat jelas dalam kehidupan kita. Di seluruh pengadilan, keberadaan bekas atau jejak acapkali mampu mengungkap fakta suatu kasus. Apabila terdapat lukisan seekor burung merak atau ayam jantan, kita bisa memastikan bahwa untuk itu ada yang menggambar atau melukisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akan tetapi, mungkinkah hagi kita untuk membayangkan bahwasanya keberadaan hurung merak dan ayam jantan itu sendiri tidak memiliki perancang dan penciptanya? Bagaimana kita dapat meyakinkan akal kita kalau sebuah kamera saja ada yang membuatnya, sementara mata manusia tidak dibuat oleh pencipta yang memiliki perasaan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Padahal, kita mengetahui dengan pasti bahwa dalam hal pengamhilan gambar, kemampuan mata kita jauh lebih sempurna daripada sebuah kamera. Setelah beberapa kali melakukan pengambilan gambar, sebuah kamera harus mengganti negatif filmnya dengan negatif film yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sementara mata kita tiada henti-hentinya mengambil gambar tanpa perlu mengganti negatif film. Sebuah kamera biasanya hanya bisa mengambil gambar hitam-putih atau berwarna, sedangkan mata kita dapat mengambil gambar berbagai benda dalam berbagai wama, hitam-putih, berwama, dari jarak dekat maupun jauh, di bawah pancaran sinar matahari atau terlindung darinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan demikian, mungkinkah akal kita dapat menerima pandangan bahwa anggota tubuh bagian permukaan diciptakan oleh sang pencipta, sementara bagian organ pencernaan tidak?! Kita meyakini bahwa keteraturan yang terdapat pada diri seseorang mencerminkan adanya perasaan dalam dirinya. Lalu, apakah keteraturan yang berlangsung di alam semesti ini tidak merefleksikan adanya (pencipta yang memiliki) perasaan? Bagaimanakah mereka bisa menggantikan (pencipta alam ini) dengan berbagai sebab-sebab serta hukum-hukum alam? Padahal kita mengetahui bahwa hanya untuk mengetahui hakikat keberadaan dari salah satu saja dari hukum-hukum alam tersebut, seorang cendekiawan sampai harus menghabiskan waktunya selama berpuluh-puluh tahun!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ringkasnya, apabila ciri-ciri utama yang melekat pada "Pandangan Alam" terbaik selaras dengan pendapat akal, maka sejak kali yang pertama, akal kita telah menyaksikan adanya sistem (keteraturan) serta perhitungan yang rinci di jagat alam ini, sekaligus memberi keyakinan bahwa alam semesti merupakan hasil ciptaan suatu kekuatan yang memiliki perasaan. Melalui rumus akal itulah, Allah memberikan sederet jawaban atas berbagai keraguan yang mendera. Setelah melakukan observasi terhadap alam semesti dan mengetahui adanya berbagai keteraturan serta perhitungan yang amat hnci di dalamnya, kita niscaya akan terbawa ke dalam pandangan Ilahiah. Inilah suatu pertanda adanya kebenaran dalam cara memandang dan berpikir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertanda lain yang menunjukkan kebenaran "Pandangan Dunia Ilahiah" adalah kesesuaiannya dengan keberadaan fitrah. Dalam hal ini, saya akan menjelaskan terlebih dahulu kepada saudara-saudara sekalian, makna dari fitrah, sehingga ketika saya menyinggung masalah pengenalan tuhan secara fitriah, kita sudah memiliki bekal pengetahuan yang memadai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Penafsiran Fitrah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Istilah fitrah identik dengan kata khilqahi, yang memiliki arti "ciptaan"; suatu bentuk perasaan yang terdapat dalam diri manusia yang dalam perwujudannya tidak memerlukan latihan serta pengajaran dari seorang pendidik atau pengajar, dan perasaan tersebut senantiasa bersemayam dalam jiwa seluruh manusia di pelbagai tempat dan masa. Perasaan tersebut terkadang disebut fitrah, dan terkadang pula disebut gharîzah (insting).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alhasil, insting merupakan perasaan serta berbagai kecenderungan yang Selain terdapat dalam diri manusia, juga terdapat pada hewan. Tentunya jelas bahwa salah satu pertanda bahwa sesuatu hal bersifat fitriah ialah apabila keberadaannya bersifat universal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Misalnya, kecintaan seorang ibu terhadap anaknya yang merupakan sesuatu yang bersifat fitriah; perasaan kasih sudah tertanam dalam jiwa sang ibu, sehingga untuknya tidak diperlukan bimbingan atau pengajaran. Dan hal itu juga bersifat universal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam arti, apabila Anda rnenelusuri pelbagai tempat dan masa, pelbagai bentuk dan sistem pemerintahan, Anda tentu akan menjumpai kecintaan seorang ibu terhadap anaknya. Akan tetapi, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan kuat dan lemahnya perasaan (fitrah) tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Boleh jadi suatu perasaan yang terdapat dalam jiwa seseorang berhasil mengalahkan perasaan yang lain. Misalnya saja dalam diri manusia terdapat rasa cinta terhadap harta, kesenangan, atau keselamatan. Akan tetapi, bobot dan masing-masing bentuk perasaan yang terkandung dalam diri setiap individu tersebut tidaklah sama persis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagian orang akan rela mengorbankan nyawa demi hartanya, sementara sebagian lainnya akan rela mengorbankan harta demi nyawanya. Sebagaimana pernah terjadi pada suatu masa, seorang ayah yang demi mempertahankan harga diri (dikarenakan anggapan yang berkembang waktu itu bahwa memiliki anak perempuan merupakan suatu kehinaan dan cela) sampai-sampai harus memutuskan rasa cintanya kepada anak (perempuan)nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kemudian dengan tangannya sendiri, ia tega mengubur hidup-hidup anak itu. Karena itu, keberadaan fitrah tidak meniscayakan semua manusia memiliki sikap yang sama. Sebabnya, banyak sekali fitrah yang tertutupi fitrah yang lain. Salah satu hal yang dihasilkan fitrah ialah rasa bangga diri. Seseorang yang berjalan di garis fitrah, akan memiliki jiwa yang tenang. Seorang ibu yang menggendong putranya akan merasa bangga, sampai-sampai ia akan marah ketika menyaksikan seorang ibu yang tidak mengasihi anaknya sendiri. Ya, rasa bangga dan marah tersebut merupakan bentuk sikap yang dihasilkan oleh fitrah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekarang, marilah kita saksikan bersama, apakah pengenalan terhadap Tuhan merupakan sesuatu hal yang bersifat filrah ataukah bukan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kita akan bertanya kepada setiap manusia yang ada di setiap tempat, masa, serta pemerintahan, "Apa yang kalian rasakan dalam kehidupan di alam semesti ini?" Apakah kalian merasa bahwa diri kalian benar-benar bebas? Ataukah kalian merasakan bahwadalam diri terdapat suatu keterikatan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak seorangpun yang mengatakan, "Di alam semesti ini saya benar-benar merasa bebas." Setiap orang pasti akan merasakan bahwa di dalam dirinya terdapat suatu ikatan. Namun, perasaan yang benar semacam ini bisa terpenuhi dalam dua bentuk:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Perasaan yang henar dan dipenuhi dengan cara yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Perasaan yang benar dan dipenuhi dengan cara yang keliru (kebohongan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seumpama, seorang bayi yang menangis karena merasa lapar. Perasaan lapar tersebut merupakan sesuatu yang benar. Namun terkadang, pemenuhan tuntutan perasaan tersebut dilakukan dengan cara menghisap susu ibunya yang penuh dengan air susu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tentunya, pemenuhan semacam ini dilakukan dengan cara yang benar. Namun, terkadang pemenuhan perasaan tersebut dipenuhi dengan cara menghisap puting susu plastik tiruan (dot). Sebagaimana dikemukakan bahwa dalam diri manusia benar-benar terdapat rasa keterikatan. Akan tetapi, keterikatan pada apa?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Pada kekuatan Allah?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Pada kekuatan alam?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keberadaan alam sendiri memiliki keterikatan terhadap ratusan sebab dan akibat. Dengan demikian, kita mesti mengikatkan diri kita dengan suatu kekuatan yang tidak lagi terikat sebagaimana diri kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Misi Para Nabi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Misi para nabi ditujukan untuk menjaga agar perasaan manusia yang pada hakikatnya bersifat lembut tidak sampai dijejali berbagai modus kebohongan (kekeliruan). Sebagaimana seorang ibu atau seorang pengasuh yang tidak akan pernah membiarkan seorang anak yang lapar—demi menghilangkan rasa laparnya—menyantap makanan secara sembarangan. Sejarah menunjukkan bahwa mereka yang tidak berada di bawah bimbingan para nabi akan terjerumus ke dalam berbagai macam khurafat (penyelewengan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Apakah Perbudakan Bertentangan dengan Kebebasan Manusia?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kadang kala, terbayang dalam benak kita bahwa ajakan pari nabi serta berbagai mazhab samawi untuk menyembah Allah semata merupakan perbuatan yang bertentangan dengan kebebasan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun, perlu diperhatikan bahwa susunan tubuh manusia telah diciptakan sedemikian rupa, sehingga manusia tidak dapat hidup tanpa cinta, kasih, peribadahan, serta harapan. Rasa cinta dan kegemaran dalam beribadah telah tertanam dalam jiwa manusia. Dan, jika perasaan tersebut tidak ditundukkan di bawah bimbingan para nabi, akibatnya manusia akan menjadi penyembah patung berhala, benda-benda langit, sesamanya, serta para pemimpin yang zalim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena itu, perbudakan dan peribadahan kepada Allah merupakan suatu cara pemuasan yang benar, yang menghalangi berbagai bentuk pemuasan semu (keliru), sekaligus menyelamatkan jalur cinta dan peribadahan dari pelbagai penyimpangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pandangan Alam Ilahiah dan iman kepada Allah berakar pada keberadaan fitrah. Perasaan serta keterikatan pada kekuatan adikodrati yang tidak terbatas, sudah tentu terdapat dalam jiwa setiap manusia. Namun demikian, sekalipun seseorang bisa memastikan adanya kekuatan tidak terbatas itu, ia boleh jadi mengalami kekeliruan dalam hal menentukan kekuatan manakah yang bersifat llahi dan mana yang bersifat alamiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alhasil, perasaan dan huhungan semacam itu benar-benar ada. Karena itu, Pandangan Dunia Ilahiah meyakini bahwa seluruh keberadaan di jagat alam terikat dengan suatu kekuatan adikodrati tanpa batas dan memiliki perasaan, dan ini sesuai dengan fitrah manusia. lnilah bukti lain yang berkenaan dengan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Pandangan Dunia Ilahiah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanda ketiga yang melekat pada suatu pandangan yang paling komprehensif ialah melahirkan rasacinta, harapan, serta tanggungjawab dalam diri manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pabila seorang pelajar yang ada di sebuah sekolah mengetahui bahwa berbagai usahanya tidak akan sia-sia, seperseratus dari nilainya akan diperhitungkan, dan seluruh alasan yang masuk akal akan diterima, tentu akan terus belajar dengan semangat yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berkat Pandangan Dunia Ilahiah, manusia akan memiliki keyakinan bahwa setiap detik dari kehidupannya senantiasa berada di bawah pengawasan Allah. Dengan pandangan tersebut, setiap alasan keberadaannya juga akan diterima, perbuatan baik dan buruknya sekecil apapun—tidak akan diabaikan bahkan perbuatan baiknya akan dibeli Allah, harga dari nyawa dan hartanya akan dibayar oleh kenikmatan surgawi, dan memiliki keyakinan bahwa pada satu sisi dirinya acapkali memperoleh pertolongan gaib, sementara pada sisi yang lain memperoleh sarana pendidikan yang bebas dari keraguan, kekeliruan, serta kealpaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ala kulli ha, semua itu merupakan pelita harapan yang paling benderang yang menerangi hati manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Bagaimanakah Bentuk Iman dan Kecenderungan yang Berharga?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam al-Quran terdapat berbagai kritikan atas berbagai bentuk iman serta kecenderungan yang dimiliki manusia:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Berbagai kecenderungan yang bersifat musiman (angin-anginan). Sebagai contoh. seseorang yang pada suatu ketika merasakan dirinya tengah berada dalam bahaya, di mana kapal yang ditumpanginya akan tenggelam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada saat itu, ia segera menyebut, "Yaa Allah." Akan tetapi, begitu terlepas dari kesulitan tersebut, dan dirinya melihat bahwa kapal yang ditumpanginya tengah mendekati pantai, seketika itu pula ia kembali menyerahkan dirinya kepada Selain Allah; berbuat syirik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Dalam Al-Quran kita membaca ayat ini: “Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan niat ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelematkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka kembali mempersekutukan (Allah)” (al-Ankabût: 65)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Keimanan serta kecenderungan ikut-ikutan terhadap keyakinan urang tua dan para pendahulu. Kecenderungan semacam ini biasanya tidak didasari argumentasi atau dalil yangrasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keimanan ini mirip dengan keimanan yang dimiliki para penyembah berhala. Tatkala menjawab pertanyaan para nabi, mereka mengatakan, "Keyakinan kami dalam menyembah berhala ini diwarisi dari para pendahulu kami." Berkenaan dengan ini, al-Quran mengatakan, “Mereka menjawab, ‘(Bukan karena itu), sebenarnya kami mendapati nenek moyang berbuat demikian” (asy-Syu’arâ`: 74)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Keimanan dan kecenderungan yang hanya bersifat kulit belaka dan belum menembus ke dalam lubuk hati, ruh, serta jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Al-Quran mengatakan, "Sekelompok orang-orang Arab datang menemui Rasul saww dan mengatakan, “Kami semua telah beriman”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kemudian Allah berfirman kepada Nahi saww, “Katakanlah kepada mereka, “Keimanan kalian sekarang ini masih belum membekas dalam hati kalian. Kalian hanya sekedar mengungkapkan rasa keimanan saja’. Orang-orang Arab Badui itu berkata, ‘kami telah beriman’, Katakanlah (kepada mereka), ‘Kamu belum beriman, tapi katakanlah, ‘Kami telah tunduk’, karena iman itu berlum masuk ke dalam hatimu”. (al-Hujurât: 14)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5. Keimanan yang kosong dari amal perbuatan yang baik. Orang yang memiliki keimanan ini adalah orang yang berpengetahuan namun enggan mengamalkannya. Dalam al-Quran, terdapat banyak sekali kecaman terhadap orang-orang semacam ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Manakah Bentuk Keimanan yang Bernilai?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam al-Quran disebutkan bahwa iman yang bernilai dan berharga harus didasari pada pemikiran serta pertimbangan rasional terhadap berbagai ciptaan. Kita membaca dalam al-Quran; “... dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia” (Ali Imrân: 191)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Hasil-hasil Keimanan Terhadap Allah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Munculnya perasaan cinta dan semangat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seseorang akan mengetahui secara pasti bahwa seluruh perbuatannya senantiasa berada di bawah pengawasan Allah, sembari meyakini pula bahwa tak satupun dari amal perbuatannya akan musnah, dan semua usahanya akan diganjar Allah dengan surga dan ridhwân (kerelaan Allah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bahkan, sekalipun ia hanya memiliki niat semata dan tidak berusaha, Allah tetap akan menganugerahkan paHala dan ganjaran kepadanya. Seseorang yang mengetahui semua itu pasti akan menjalani kehidupan yang penuh dengan semangat dan cinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Menjauhkan diri dari tipu muslihat, kehinaan moral, dan pelecehan hak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seseorang yang menyadari bahwa diri serta perbuatannya berada di bawah pengawasan serta kekuasan Allah, tidak akan melakukan berhagai bentuk penipuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Keagungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seseorang yang bersedia menjadi hamba-Nya, tidak akan bersedia tunduk pada kekuatan lain. la akan memandang seluruh kebciadaan Selain-Nya sama seperti dirinya yaku hanya sebagai hamba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Tidak akan melakukan pekerjaan yang merugikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dikarenakan setiap perbuatan baik yang dikerjakannya akan mendapat pahala serta ganjaran yang kekal dan abadi, ia tidak akan pernah bersandar kecuali kepada-Nya, dan senantiasa menjauhkan diri dari berbagai kecenderungan kepada Selain-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5. Merasakan ketenangan jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di sini kita akan melihat berbagai faktor penyebab munculnya rasa gelisah dan guncanganjiwa. Darinya, kita dapat menyaksikan dengan jelas bagaimana keimanan kepada Allah mampu menciptakan ketenangan dalam jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Faktor-faktor Penyebab Guncangan Jiwa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Adakalanya guncanganjiwa dan rasa gelisah timbul akibat keadaan yang dialami di masa lalu. Pada umumnya, hal itu berkaitan dengan berbagai kekeliruan yang dilakukan pada masa silam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akan tetapi, dengan mengingat serta menyebut nama AllahYang Mahapengasih lagi Mahapemurah, keadaan jiwa semacam itu niscaya akan berubah. Dari serba gelisah menjadi penuh dengan ketenangan. Sebabnya. Dia maha mengampuni berbagai kekeliruan dan perbuatan dosa, dan Dia juga Mahapenerima tobat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Adakalanya guncangan jiwa serta kegelisahan bersumber dan rasa terasing (kesendirian). Dalam hal ini, keimanan kepada Allah Yang Maha Ada dan Maha Menyaksikan, akan mengubah semua itu menjadi penuh ketenangan den ketenteraman. la menyenangkan dan disenangi; la mendengar suaraku; la menyaksikan segenap perbuatanku; la mengasihi dan menyayangi diriku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Adakalanya guncangan jiwa terjadi akibat adanya anggapan bahwa kehidupan dirinya tidak memiliki arti apa-apa serta nihil dari tujuan. Akan tetapi, dengan keimanan kepada Allah yang Mahabijaksana, yang telah menciptakan segala sesuatu di jagat alam ini berdasarkan pada kebijakan dan masing-masingnya memiliki tujuan, kadar, dan masa yang telah diperhitungkan secara cermat dan rinci, berbagai bentuk guncangan jiwa semacam itu niscaya akan lenyap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Adakalanya rasa gelisah dan guncangan jiwa tersebut muncul dikarenakan seseorang tidak berhasil menyenangkan semua orang. la merasa sedih, "Mengapa si fulan atau golongan fulan merasa kecewa kepadaku?" Akan tetapi, sesuai dengan prinsip keimanan bahwa kita hanya diharuskan untuk membuat Allah rela dan senang, di mana keagungan serta kehinaan hanya berada dalam genggaman-Nya, seluruh kegelisahan dan guncangan tersebut akan pudar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berkenaan dengan itu, al-Quran mengatakan, “... Ingatlahm hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”. (ar-Ra’d: 28) (ketahuilah, dengan mengingatdan menyebut nama Allah, hati akan menjadi tenteram). Semua itu merupakan suatu kenyataan yang tak bisa dipungkiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Berbagai Dampak dari Kekosongan Iman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seseorang yang tidak beriman kepada Pencipta alam, Tuhan Yang Mahabijaksana, pada dasarnya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Tidak memiliki prinsip dan tujuan hidup. Baginya, kehidupan hanyalah ditujukan untuk meraih kebahagiaan yang bersifat material. Keberadaan orang semacam ini tak ubahnya seekor hewan!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Setiap aktivitas yang dilakukannya diyakini bersifat paksaan belaka (baik oleh masyarakat maupun kasta).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Rumah masa depannya adalah kebmasaan. Sebabnya, ia tidak meyakini adanya kehidupan pasca kematian serta adanya kekekalan ruh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Para pembimbingnya terdiri dari orang-orang zalim. Selain itu, ia tunduk di bawah kemauan hawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5. Ruang kehidupannya (dikarenakan tidak meyakini adanya wahyu dan keberadaan para nabi yang maksum) sarat dengan berbagai keragu-raguan, keterbatasan, kekurangan, dan kekeliruan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6. Mengalami kebingungan yang luar biasa dalam upayanya memahami eksistensi alam ini. la sama sekali tidak mengetahui, kenapa dirinya terlahir ke alam ini? Mengapa kemudian setelah itu dirinya pergi entah ke mana? Dan apa sebenarnya tujuan kehidupan ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seluruh pemikirannya hanya tertumpu pada, "Bagaimanakah cara meraih kehidupan duniawi yang lebih baik." Bukannya pada, "Apakah tujuan kehidupan ini?" Ya, demikianlah sejumlah karakter khas dari seseorang yang nihil dari Pandangan Dunia Ilahiah dan akidah Islam. Dengan membandingkan wajah orang beriman kepada Allah dengan wajah orang tidak beriman kepada Allah, Anda dapat mengetahui dengan jelas fungsi penting dari sebuah keimanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;Penjelasan Kaum Materialis Tentang Mazhab&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah kita mengetahui sebab-sebab serta akar keimanan kepada Allah, terdapat dua hal yang terkait dengannya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Akal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Fitrah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akal manusia akan mengatakan bahwa setiap sesuatu yang eksis harus ada yang meneiptakan (mengeksiskan). Di mana dan kapan saja kita menyaksikan adanya keteraturan dan kerapihan, kita pasti akan mengetahui bahwa untuk itu terdapat sesuatu yang mengatur serta merapihkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demikian juga, fitrah mengatakan bahwa setiap jiwa manusia memiliki hubungan dengan sebuah kekuatan adi-kodrati. Namun, terdapat. pula sekelompok orang yang tidak menghiraukan kedua faktor tersebut. Dan berkenaan dengan keberadaan mazhab, mereka memberikan berbagai penjelasan yang menggelikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejumlah argumentasi yang mereka lontarkan telah saya kemukakan di celah-celah pembahasan ini, meskipun masih bersifat global. Sementara untuk lebih mengetahuinya secara lebih mendetail, saya persilahkan Anda merujuk buku Ushûl al-Falsafah jilid V atau juga sejumlah buku lainya yang membahas topik "Mengenal Allah" (ma’rifatullâh).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5047820957059664621-3648955162495967962?l=bloggerq-tentangindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/feeds/3648955162495967962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2009/10/ketauhidan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/3648955162495967962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/3648955162495967962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2009/10/ketauhidan.html' title='Ketauhidan'/><author><name>indah_doanx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17535488946659897432</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_oQNeKLVYFuk/S8AFNIVeoXI/AAAAAAAAAD4/bhJlrGfm5-s/S220/Gone+Fishing.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5047820957059664621.post-6953833070823365584</id><published>2009-10-15T20:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T21:30:36.286-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='organisasi'/><title type='text'>MANAGEMENT,ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maha kuasa Tuhan Allah SWT. Yang menciptakan manusia yang begitu sempurna dari pada makhluk lain. Manusia diciptakan dengan penuh fasilitas yang tepat dan sesuai dengan porsinya, diciptakan manusia dengan diberi fasilitas akal, jiwa, dan fisik yang kesemuanya bisa saling bersinergi dan tetap menjalankan tugas masing-masing yang telah diberikan. &lt;span id="more-227"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan fasilitas lain yang diberikan seperti mata yang di tempatkan di atas-depan, dua telingah masing-masing kiri dan kanan, dua kaki masing-masing posisi di bawah, kepala sebagai symbol pemimpin ditempatkan pada posisi atas, dua tangan di tengah-tengah masing-masing kiri dan kanan dengan kemampuan menjangkau seluruh bagian tubuh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesemuanya menjalankan amanah sesuai dengan job dan atau fingsi yang diberikan. Walaupun perbedaan job yang diberikan namun tetap saling bekerja sama, bahwasan dalam kondisi tertentu, terkadang yang satu dapat menjalankan fungsi yang lainnya, tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kita tidak dapat membayangkan sekiranya Allah SWT. Menciptakan manusia dengan menempatkan; kepala di kaki atau sebaliknya kaki di kepala, yang lebih ironis lagi sekiranya mata di ujung telunjuk, atau lubang hidung menghadap ke atas!!! Kesemua itu, Allah SWT yang dengan kekuasaannya tidak ada yang luput darinya, semuanya dapat terjadi atas kehendaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesempurnaan yang di miliki manusia tersebut, maka pantaslah manusia diberikan gelar “raja mahluki”, Namun ketika amanah itu tidak dijalankan sebagai mestinya maka manusia akan lebih hina dari pada binatang dengan gelar “asfala saafiliin”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan demikian bagaimana menjalankan oranganisasi sebagaimana gambaran yang ada pada tubuh manusia yang sempurna penciptaannya ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Managemen organisasi sebagaimana yang kita pahami secara umum merupakan kelompok manusia yang berhimpun dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Diskursus tentang managemen organisasi ada tiga unsur yang sulit dipisahkan (three in one) keberadaannya, tanpa ketiga tersebut maka tidak akan berjalan dengan baik sebagaimana mestinya, ketiga hal tersebut yaitu: organisasi, manajemen, dan kepemimpinan.&lt;br /&gt;Guna memahami dari ketiga tersebut, di bawah ini dapat dilihat masing-masing gambarannya, yaitu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;A. Organisasi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Organisasi adalah suatu kumpulan manusia atau kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.&lt;br /&gt;2. Organisasi mempunyai struktur atau hierarki jabatan, baik vertikal maupun horisontal.&lt;br /&gt;3. Dalam jabatan ada job description, tugas, wewenang, dan tanggung jawab tiap-tiap jabatan.&lt;br /&gt;4. Dalam susunan anggota organisasi ada atasan dan bawahan (hierarki) yang dinamakan pimpinan dan anak buah (bawahan).&lt;br /&gt;5. Organisasi mempunyai sumber-sumber dana, fasilitas, dan tata cara penggunaannya.&lt;br /&gt;6. Organisasi bentuknya bisa formal (mempunyai legalitas) atau informal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;B. Manajemen&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Manajemen adalah mengerjakan sesuatu melalui orang lain (doing things through other people).&lt;br /&gt;2. Manajemen adalah “do things right” (efisien) dan “do the right things” (efektif).&lt;br /&gt;3. Manajemen adalah melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk pencapaian tujuan organisasi.&lt;br /&gt;4. Manajemen memanfaatkan sumber-sumber berupa SDM, alat produksi, modal, metode, outsourcing, bahan baku, pasar, informasi, network,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;C. Pemimpin&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Pemimpin ada dalam kelompok manusia atau organisasi.&lt;br /&gt;2. Pemimpin adalah pucuk pimpinan organisasi atau suborganisasi, dan mempunyai anak buah, bawahan, subordinat, atau pengikut&lt;br /&gt;3. Dengan visinya, pemimpin harus dapat membawa atau mengerahkan anak buahnya secara bersama-sama dalam suatu jalinan kerja yang kompak dan terpadu untuk mencapai tujuan organisasi.&lt;br /&gt;4. Pemimpin dalam organisasi mempunyai kedudukan formal-artinya ada tugas, wewenang, dan tanggung jawab formal, tetapi harus pula dapat bertindak secara informal melalui pendekatan kemanusiaan dengan para anak buahnya untuk memberikan dukungan-dukungan moril dan motivasi sehingga moral, prestasi, produktivitas anak buah selalu meningkat.&lt;br /&gt;5. Dalam tingkat kualitas dan prestasi tertentu, seorang pemimpin sebagai individu dapat melekat atau selalu diasosiasikan dengan organisasi yang ia pimpin sebagai pengakuan atas prestasi pemimpin tersebut. Artinya, mendengar organisasi akan teringat pemimpinnya atau mendengar pemimpin akan teringat organisasinya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah organisasi, maka tidak hanya karena organisasi tersebut besar secara struktural, ternama, punya founding yang jelas, power yang hebat, namun juga diperlukan adanya:&lt;br /&gt;1. pembagian kerja di dalam organisasi berupa struktur organisasi dan deskripsi kerja. Ada hierarkhi yang disebut atasan dan bawahan, ada pangkat dan jabatan,&lt;br /&gt;2. rencana kerja baik jangka pendek maupun jangka panjang&lt;br /&gt;3. taktik dan strategi dalam mencapai tujuan kelompok dan organisasi&lt;br /&gt;4. dukungan lahir dan bathin dari pemimpin pada anak buahnya berupa loyalitas, demikian pula sebaliknya berupa kepatuhan agar ada kesatuan jiwa&lt;br /&gt;5. pembinaan yang berkelanjutan dari pemimpin kepada pengikut.&lt;br /&gt;6. persatuan dan kesatuan harus selalu dijaga dalam kelompok atau organisai, agar selalu kompak, solid, dan menjaga keharmonisan di atara anggota organisasinya.&lt;br /&gt;7. semangat, moral serta motivasi yang tinggi dari seluruh anggota kelompok atau organisasi, agar tumbuh tekad kebersamaan.&lt;br /&gt;8. figure pemimpin sebagai tauladan dan mengayomi bagi anak buahnya, agar timbul moral, ketenangan, dan lahir bathin pada anak buahnya.&lt;br /&gt;9. pemimpin harus dapat mengatasi konflik anggota kelompok dengan bijak dan sebaik-baiknya, konflik harus menjadi konstruktif bukan destruktif.&lt;br /&gt;10. pemimpin harus dapat membuat keputusan-keputusan dengan cepat dan tepat sasaran dalam segala situasi apakah situasi normal ataupun pada situasi kritis dan krisis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rendahnya Kepiawaian kepemimpinan nasional saat ini baik di pemerintah maupun di sektor swasta. Memang harus diakui kepemimpinan karena di era Orde Baru mulai akhir tahun 1980-an sampai sekarang banyak menggunakan pendekatan otoriter dan sangat mendidik manusia Indonesia menjadi bermental bebek yang hanya mengiyakan, berteriak, selalu minta petunjuk, dan bekerja berdasarkan asal selamat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah krisis ekonomi pada akhir 1997, mulai terkuak bagaimana sulitnya bawahan melepaskan diri dari kebiasaan tergantung kepada pimpinan. Sebaliknya, sang pemimpin juga tidak menyadari bahwa dia bukan yang selalu benar dan segala sesuatu tidak harus terus di bawah kendalinya. Kalau kita tidak melakukan suatu perubahan mendasar, kita akan semakin sulit untuk keluar dari situasi ini. Sumber: Ariwibowo Prijosaksono &amp;amp; Ping Hartono, 2002, &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mad.gif" alt=":x" class="wp-smiley" /&gt; iii-xiv.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Tidak bisa dipungkiri bahwa di Indonesi dan demikian juga di Negara lain jutaan organisasi yang terlahir dengan semboyang masing-masing. Baik organisasi formal maupun non formal. Namun juga tidak dapat mencapai tujuan dan cita ideal sebagaiman yang diharapkan sebelum dibentuk. Tentu hal tersebut bukan hanya karena factor organisasi dan managemennnya yang kurang baik, akan tetapi juga kegagalan orang –orang yang memimpin, berikut di bawah ini beberapa sumber kegagalan dalam memimpin suatu organisasi, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;1. pemimpin selalu menempatkan diri hanya pada kedudukan formal sebagai pimpinan saja. Akibatnya, banyak mengandalkan kepada kekuasaan formal saja, tanpa memperhatikan hubungan kemanusiaan dengan anak buah. Biasanya, pemimpin seperti ini kalau sudah tidak menjabat lagi, tidak akan dihormati atau dipedulikan mantan anak buahnya. Hal inilah biasanya yang menyakitkan para mantan pemimpin seperti itu. Ingat, kepemimpinan adalah hubungan sesama manusia, bukan hubungan dengan benda mati atau robot.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak mampu membangun team work, sehingga sulit untuk mengarahkan anak buah dalam suatu kesatuan atau sinergi untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Hal itu disebabkan karena anggota tim tidak mempunyai motivasi dan spirit yang tinggi dalam kebersamaan di dalam kelompoknya dalam proses mencapai tujuannya. Pemimpin seperti ini akan membingungkan anak buahnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;3. Hanya ingin dilayani. Padahal, pemimpin juga sebaiknya mau melayani anak buahnya. Namun, karena pengaruh sifat feodalisme yang sangat kental pada bangsa ini, banyak pemimpin yang hanya ingin dilayani, seolah-olah hanya dia yang berhak dilayani, bahkan anak buahnya juga harus memberikan upeti. Oleh sebab itu, ingatlah akan ungkapan “pemimpinmu adalah pelayanmu”. Melayani anak buah itu memang berat, tetapi inilah salah satu konsekuensi menjadi pemimpin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak mau menanggung risiko. Akibatnya, anak buah dikorbankan dan menjadi kambing hitam jika terjadi suatu kesalahan. Perlu diingat, dalam pepatah militer “Tidak ada prajurit yang salah; yang salah adalah komandannya”. Pemimpin harus mau berkorban untuk melindungi anak buahnya, bukan hanya mencari selamat sendiri. Akibatnya pemimpin seperti ini akan dibenci anak buahnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak mampu memberikan motivasi kepada anak buah agar tumbuh semangat team work yang kompak dan solid untuk menjadi tim unggul. Bersifat masa bodoh pada anak buahnya-anak buah mau pintar atau bodoh terserah masing-masing tetapi ia bersikap reaktif. Tidak mau mendengar usulan-usulan atau gagasan-gagasan dari bawahan, tetapi kalau terjadi kesalahan maka anak buahnya akan disalahkan dan dimarahi habis-habisan. Kalau ada usulan atau gagasan yang baik dari anak buah akan ditolak, tetapi nanti usulan tersebut kalau ternyata baik akan dimanfaatkan, seolah-olah merupakan hasil pemikirannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;6. Menghendaki loyalitas dari anak buah atau bawahan sebaliknya pemimpin tersebut tidak loyal pada anak buah, tidak memperhatikan kebahagiaan dan tidak memelihara semangat anak buah. Loyalitas yang benar itu harus dua arah,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;7. Banyak pemimpin yang dikelilingi oleh para penjilat, pembisik, pembebek, berjiwa budak, punakawan, oportunis, yes-man, munafik yang bersikap ABS (asal bapak senang, dan koruptor, sehingga pemimpin kehilangan objektivitasnya dalam mempertimbangkan sesuatu dan dalam membuat keputusan-keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;8, Tidak bisa menempatkan diri sebagai panutan dengan keteladanan dalam perbuatan. Padahal, seorang pemimpin harus berkata “Do as I do”, bukan “Do as I say”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;9. Anggapan bahwa kedudukannya seolah-olah bias ditempati seumur hidup, sudah duduk lupa berdiri, bahkan merasa kedudukannya bisa diwariskan kepada anaknya, sehingga lupa bahwa kinerja organisasi yang jelek bisa mernbuat seorang pemimpin jatuh atau diberhentikan. Semakin tinggi kedudukan atau jabatan, semakin banyak orang yang menyoroti tingkah laku pemimpinnya. Selarna menjadi pemimpin ia hanya menikmati kedudukan dengan berbagai fasilitas yang dapat dinikmatinya, dan melakukan korupsi untuk memperkaya diri sendiri. Inilah pemimpin yang celaka. Begitu jatuh, pemimpin seperti ini akan disoraki anak buahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;10. Pemimpin yang memang tidak pintar. Garis tangan nasiblah yang membuat ia bisa menduduki jabatan tertentu meskipun sebenarnya ia tidak layak menjadi pemimpin. Bisa saja jabatan itu didapat karena kedekatan dengan atasannya, atau dengan cara-cara yang tidak elok seperti menyogok, menjilat, memfitnah, menempel, menghambakan diri pada atasan, menjelekkan orang lain, melakukan praktik perdukunan, dan lain-lain. Di Indonesia masih ada pemimpin seperti ini dan rasakanlah akibatnya, negara kita sulit maju. Atau bisa saja karena belum mantapnya demokrasi dan hukum di Indonesia dalam praktik di lapangan, sehingga kecemasan Socrates di Athena dulu dan kaum intelektual zaman ini terbukti, bahwa demokrasi memungkinkan orang-orang dungu akan memerintah orang-orang pintar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : PATAWARI, S.Hi., M.H.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5047820957059664621-6953833070823365584?l=bloggerq-tentangindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/feeds/6953833070823365584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2009/10/managementorganisasi-dan-kepemimpinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/6953833070823365584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5047820957059664621/posts/default/6953833070823365584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloggerq-tentangindah.blogspot.com/2009/10/managementorganisasi-dan-kepemimpinan.html' title='MANAGEMENT,ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN'/><author><name>indah_doanx</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17535488946659897432</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_oQNeKLVYFuk/S8AFNIVeoXI/AAAAAAAAAD4/bhJlrGfm5-s/S220/Gone+Fishing.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
