Jumat, 09 April 2010

PROPOSAL PEMBUATAN JAMUR TIRAM KRISPI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Budidaya jamur tiram putih yang bernama latin Pleurotus ostreatus ini masih tergolong baru. Di Indonesia budidaya jamur tiram mulai dirintis dan diperkenalkan kepada para petani terutama di Cisarua, Lembang, Jawa Barat pada tahun 1988, dan pada waktu itu petani dan pengusaha jamur tiram masih sangat sedikit. Sekitar tahun 1995, para petani di kawasan Cisarua, yang semula merupakan petani bunga, peternak ayam dan sapi mulai beralih menjadi petani jamur tiram meski masih dalam skala rumah tangga. Dalam perkembangannya, beberapa industri berskala rumah tangga bergabung hingga terbentuk CV dan memiliki badan hukum.
Berangkat dari niat untuk mendalami dunia usaha yang terbuka lebar serta keinginan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maka dengan segenap pengalaman, pengetahuan, dan berbagai hasil survey serta konsultasi, penulis menyusun proposal pengembangan usaha jajanan berupa jamur tiram krisi ini. Pengembangan usaha ini dipilih atas beberapa pertimbangan diantaranya daya serap pasar yang masih sangat tinggi dan potensial, kebutuhan skill yang tidak begitu tinggi, biaya investasi yang relatif rendah serta telah tersedianya sarana dan prasarana utama sehingga investasi yang masuk akan dialokasikan untuk dana operasional usaha.
B. Manfaat Produk
Pada umumnya orang-orang mengkonsumsi jamur bukan hanya lantaran rasanya yang memang lezat, tetapi juga karena ada alasan lain, yakni manfaat dan khasiat yang terkandung di dalamnya. Dan faktor khasiat dan manfaat inilah yang menjadi prioritas konsumen jamur.
Dari hasil penelitian, jamur yang biasa kita makan rata-rata mengandung 14-35 persen protein. Dibandingkan dengan beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), jamur berkadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur ada sembilan jenis dari total 20 jenis yang kita kenal yaitu lysin, methionin, tryphtofan, theonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan fenilalanin.
Sedangkan kalori yang dikandung jamur adalah 100kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh. Jamur juga kaya akan vitamin, di antaranya B1 (thiamin), B2 (riboflavin), niasin, dan biotin. Untuk mineral, jamur mengandung K, P, Fe, Ca, Na, Mg, Mn, Zn, dan Cu. Serat jamur sangat baik untuk pencernaan. Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet. Menurut hasil riset di Massachusetts University, AS, riboflavin, asam nicotinat, panthotenat, dan biotin (Vit B) yang ada pada jamur masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. “Pleurotus ostreatus” Senada dengan penelitian tersebut, secara spesifik, Beta Glucan Health Center mengatakan bahwa jamur tiram yang bernama latin Pleurotus ostreatus atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai oyster mushroom mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat
sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan. Jamur tiram, di Jepang dikenal dengan sebutan hiratake, mengandung protein 19-30 persen, karbohidrat 50-60 persen, asam amino, vitamin B1, B2, B3, B5, B7, C, mineral Ca, Fe, Mg, K, P, S, dan Zn. Menurut penelitian, kandungan logam yang ada pada jamur tiram masih jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan Fruit Product Order and Prevention of Food Adulteration Act tahun 1954, sehingga aman untuk dikonsumsi. Dari penelitian yang dilakukan Ujagar Group (India) juga dikatakan bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus, di mana 100% sayuran mengandung protein tinggi, kaya vitamin, mineral, rendah karbohidrat, lemak, dan kalori. Selain itu, bagus untuk liver, pasien diabetes, menurunkan berat badan, seratnya membantu pencernaan, antiviral (antivirus), dan antikanker. Nilai tambah lainnya, jamur tiram mudah dimasak dan dicerna dengan rasa yang enak pula
Dari penelitian lain yang dilakukan Departemen Sains Kementerian Industri Thailand, didapat hasil tentang jamur tiram yang mengandung protein 5,94 persen, karbohidrat 50,59%, serat 1,56 persen, lemak 0,17 persen. Untuk tiap 100 gram jamur tiram segar mengandung 45,65 kj kalori; 8,9mg kalsium; 1,9 mg besi; 17,0 mg fosfor; 0,15 mg vitamin B1; 0,75mg Vit B2; dan 12,40 mg Vitamin C Selain itu, jamur tiram juga mengandung asam folat yang cukup tinggi dan terbukti ampuh menyembuhkan anemia.

BAB II
ANALISIS PEMASARAN

A. Segmentasi Pasar

Kripik jamur tiram atau jamur tiram krispy ini dapat dikonsumsi oleh semua usia,baik anak-anak,remaja dan orang tua. Bahkan sangat dianjurkan bagi mereka yang mempunyai penyakit anemia dan kelebihan kolesterol. Terkecuali bagi penderita Hipertensi tinkat tinggi dan strock.

B. Pemasaran

Cara pemasara produk makanan cemilan ini sangat mudah dan dapat dipasarkan dimanapun. Dapat di titipkan diwarung-warung,di kantin dan koperasi sekolah,serta dijual di pasar.
Selain cara pemasaran yang mudah,makanan cemilan ini juga padat menjangkau daerah pemasaran yang luas,di Jawa Tengah saja sudah tersebar. Akan tetapi,dari produk yang saya buat ini baru mencakup wilayah Kabupaten Sragen,tepatnya di Kecamatan Masaran dan sekolah saya sendiri SMK Muhammadiyah 4 Sragen.
Jamur tiram selain di buat kripik,sebenarnya masih dapat dikembangkan lagi menjadi Produk lain. Seperti Baso jamur,Nuget,Krupuk jamur,saus jamur dan lauk makan dengan mengolahnya menjadi rica-rica atau pepes jamur. Dari sini saya ingin mencoba usaha jamur tiram krispi tersebut.

BAB III
ANALISIS KEUANGAN

Penghitungan Keuntungan:
- Dalam 1 Kali Proses Produksi:
Jumlah produk yang dihasilkan = 60 Bungkus
Harga produk per bungkus =Rp 1500 x
Rp 90.000,00
Keuntungan = harga jual seluruh produk – (BT+BV+BTK)
= Rp 90.000,00 – (Rp 2.043,3 + Rp 40.600 + Rp 10.000)
= Rp 90.000,00 – Rp 52.643,3
= Rp 37.356,7
- Dalam 1 Bungkus:
Keuntungan = keuntungan dalam 1 kali proses produksi
Jumlah Barang
= 37.356,7
60
= Rp 623,-

BAB IV
PENUTUP

Demikian proposal pengembangan usaha jamur tiram ini saya susun. Dari hasil analisis saya mengenai peluang pemasaran, operasional, dan keuangan, saya optimis bahwa usaha memproduksi makanan cemilan berupa jamur tiram krispi ini layak dan berpotensi tinggi untuk dikembangkan.
Selain itu dilihat dari segi manfaat dan jenis makanan saya juga sangat yakin cara mengembangkannya sangat mudah. Sekian dan selamat mencoba produk buatan saya.