Rabu, 29 September 2010

makana dari sebuah"sang pencerah"

sabtu,24 september kemaren warga muhammadiyah kab sragen nonton film SANG PENCAERAH bareng cagub dan cawagub kab sragen di grand21 grandmall solo. dan itu baru kali pertama para pengurus muhammadiyah ngadain kaya' gini(ya filmnya juga baru ini kok ya???).yapz!film sejarah berdirinya sebuah organisasi islam yang sekarang usianyapun sudah mencapai angka 100 tahun. organisasi islam yang memberikan paradigma baru tentang pembenaran ajaran islam kala itu yang masih kental dengan kesyirikan bagi umat muslim di indonesia khususnya dan bahkan sekarang sudah berkembang sampai internasional.subhanallah..........
dalam durasi yang tak singkat namun juga tidak terlalu panjang,banyak sekali makna yang terkandung didalam film tersebut yang perlu dijadikan pelajaran penting dan dilaksanakan sebagai umat islam.pelajaran tentang komitmenisasi,keikhlasan,kesabaran dan pantang menyerah terutama dalam beramar ma'ruf wa nahi munkar.yang emang seyogyanya ada pada diri seorang musliam.
"mohammad Darwis",di usianya yang masih 15 tahun,beliau beranjak ke jazirah arab untuk memperdalam pengetahuan tentang keislaman untuk dirinya serta diajarkan kepada masyarakat disekitarnya.selama lima tahun mengembara,berdiskusi bersama pembaharu islam yang kala itu jamaludin al afgani,ibnu taimiyyah dan muhammad abduh.dan akhirnya belai kembali dengan bekal yang cukup untuk berdakwah diwilayahnya.namun begitulah kebaikan,sejak dahulu sampai sekarang memang sulit diterima justu banyak yang menolak dan mengecam.hem....hal ini yang dulu juga pernah saya lakukan.sudah berani nge-judge sesuatu yang padahal saya belum memahaminya,jangankan paham,kenalpun belum tapi saya sudah berani menyimpulkan ini-itu yang emang itulah buah dari su'udzon.beliau muh.Darwis,berusaha memberikan pemurnian peradaban islam dikalangan masyarakatnya pwnuh dengan onak dan pantangan.dari yang ditentang kakak iparnya,pengulu masjid besar dan masyarakat sekitar,langgarnya dirobohkan dan bahkan dikatakan sebagai "ustadz kafir" hanya karena beliau ingin meleurskan budaya islam yang kaffah dan membawa kepada ketauhidan.
namun Allah tahu segala yang benar dan yang tidak,begitu juga dengan myh.Darwis yang berjuang dalam islam di era itu,akhirnya 8 dzulhijah 1912,organisasi MUHAMMADIYAH terbentuk dan sekarang,jumlah anggotanyapun cukup luar biasa.subhanallah,itulah Allah yang maha segalanya.ternyata benar-benar tidak ada keraguan setetespun didalam kalamNya."barang siapa yang menolong agamaKu,niscaya Aku akan menolongnya dan memuliakan hidupnya"dan sang pencerahpun akhirnya berhasil menyinari seluruh bumi bi Allah wa to'ati rasulullah....
namun apa yang akan kita lakukan selanjutnya???tak munafik dan tidak diingkari bahwasanya jumlah umat islam didunia terkhusus di indonesia ni udah buanyak banget,tapi apakah semuanya sudah berislam secara baik???(ternyata semakin melemah)mungkin dilematis umat islam zaman dahulu adlah budaya yang masih tercampur dengan budaya hindu budha,tapi sekarang umat islam lebih terpengaruh budaya westernisasi yang padahal banyak yang tidak bisa menyadari bahwasanya itulah ghozwillfikr.f4(food,fashion,friends,film)inilah yang sering dijadikan media untuk mempermudahnya.kembali ke film sang pencerah,ada satu petuah dari muh darwis kepada ketiga muridnya,"agama islam itu bagaikan musik,ketika kita memainkan alat musik dengan sudah memahami ilmunya,pasti bunyinya akan terasa indan dan enak didengar,namun ketika memainkannya tidak dengan ilmu,maka suaranya tidak karuan dan tidak enak didengar.dan begitupula dalam mengaplikasikan ajaran islam"hemz.....sungguh indah.namun apakah kita cuma bereaksi aja?tanpa dilanjutkan beraksi???mungkin dulu dalam berdakwah,umat islam menyesuaikan budaya islam saat itu,yang kental dengan sesaji dan jopa-japu.sehingga agar islam diterima akhirnya pembawa islam diindonesia tetap mengikuti itu cuma sesajen diganti dengan makanan dan jopa-japu diganti dengan bacaan2 dzikir,lha kalo umat sekarang apa masih perlu kita perlakukan seperti itu?tidakkan??lha terus bagaimana???
ya mungkin westernisasi sekarng yang uda merajalela(padahal lela ja bukan raja):-),ya harus kita akali juga dengan sama-sama menyandingkan islam dibidang yang sama.semisal,myusik,tontonan dan fashion,kalo mereka sering mengikuti orang yahudi,knpa kita tidak sama-sama mempengaruhi mereka dengan cara memasukkan budaya islam didalam bidang2 tersebut??buat nyanyian islami yang asyik,tontonan yang memberikan ilmu bermanffat serta mengajarkan untuk tidaj bermaksiat dan juga merancang baju-baju muslim yang tetep syar'i dan mampu dipersaingkan???(ehm..ehm,merenung...merenung...)
yapz,mari kita bangkit,perbaiki islam jayalah masa depan dan ikrarkan kepada mereka dengan serentak"isyhadu bi an MUSLIM"
semoga jadi bahan rujukan untuk direalisasikan bagi saya dan umat islam semuanya.ok???